Geruduk Pabrik, Ratusan Buruh Tuntut Pembayaran THR
Peristiwa

Geruduk Pabrik, Ratusan Buruh Tuntut Pembayaran THR

Baki,(sukoharjo.sorot.co)--Para buruh garmen PT. Sanggit Sentosa Garmindo (SSG) menggeruduk pabrik yang berada Jalan Ovensari, Desa Menuran, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Selasa (4/5/2021). Kedatangan mereka yakni menuntut perusahaan membayar penuh Tunjangan Hari Raya (THR).

Dari pantauan di lokasi, ratusan buruh yang mayoritas perempuan itu tiba di depan pabrik sekitar pukul 08.00 WIB. Ratusan aparat keamanan dari Polres Sukoharjo dibantu anggota Kodim 0726 Sukoharjo juga diterjunkan ke lokasi. Mereka diturunkan untuk mencegah terjadinya kerumunan di depan pabrik.

Salah satu tokoh LSM Sukoharjo yang ditunjuk mewakili buruh dalam mediasi, Muhammad Budiyanto mengatakan, unjuk rasa bermula dari keresahan yang dialami 150 buruh PT SSG akibat tidak adanya kepastian pembayaran THR dari manajemen.

"Sebenarnya karyawan tidak banyak menuntut. Akan tetapi apa yang menjadi haknya THR tolong diberikan, karyawan juga mengerti kondisi perusahaan saat ini akan tetapi tanggung jawab perusahaan terhadap karyawan harus ada," katanya.

Dia mengaku, lebaran tahun 2020 lalu perusahaan juga tidak memberikan THR. Namun saat itu perusahaan berjanji akan dibayarkan pada Desember 2020, kendati demikian nihil. 

"Jadi jika tahun ini juga tidak dibayar, maka para buruh ini terancam dua kali gagal berlebaran karena tidak dapat THR," ungkapnya.

Setelah tuntutan mereka sampaikan, perwakilan buruh diminta masuk ke dalam ruangan kantor pabrik untuk mediasi. Dari hasil mediasi, pihak manajemen baru menyanggupi membayar THR untuk tahun 2021 ini dengan pembayaran dua kali dalam Minggu ini, yakni Sabtu (8/5/2021) sebesar Rp 980 ribu dan setelah lebaran sebesar Rp 1 juta. Sedangkan THR untuk tahun 2020 yang belum dibayarkan dan akan dibicarakan lebih lanjut.

"Kami akan mengusahakan dan saya minta pembayaran THR ini agar bisa dicicil 4 kali agar kami bisa diberi waktu," ucap pemilik PT SSG, Santoso.

Sementara itu, Kepala Bidang Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disnaker) Sukoharjo, Suharno menyebut, sampai saat ini ada sekitar 150 karyawan PT SSG yang belum terdaftar di Disnaker Sukoharjo. Sehingga perusahaan diharapkan untuk segera mendaftarkan para karyawannya ke Disnaker Sukoharjo.

"Kedepan saya mengharapkan perusahaan mendaftarkan ke Disnaker sehingga bisa tercipta iklim yang kondusif antara perusahaan dengan karyawan," tandasnya.