Arus Lalu Lintas Meningkat, Petugas Tingkatkan Operasi Yustisi
Peristiwa

Arus Lalu Lintas Meningkat, Petugas Tingkatkan Operasi Yustisi

Kartasura,(sukoharjo.sorot.co)--Jelang Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijrah, arus lalu lintas kendaraan bermotor yang keluar masuk Kabupaten Sukoharjo mulai meningkat hingga lima persen dari kondisi normal. Kondisi tersebut membuat petugas kembali menggencarkan operasi yustisi Protokol Kesehatan pencegahan Covid-19.

Kasi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo, Eko Agus Nur Prasetyo mengatakan, sejak Jumat (30/4/2021) pihaknya mulai menghitung jumlah kendaraan yang masuk wilayah Sukoharjo melalui Closed Circuit Television (CCTV) di dua lokasi penghitungan, yakni di simpang tiga tugu Kartasura dan simpang empat Bulakrejo, Sukoharjo Kota.

"Lalu lintas kendaraan mulai menunjukan peningkatan dari lalu lintas normal," terang Eko, Minggu (02/05/2021).

Menurut Eko, per Sabtu (1/5/2021) kemarin, jumlah kendaraan yang masuk wilayah Sukoharjo di titik penghitungan Kartasura jumlah kendaraan yang masuk dari arah Semarang ke Sukoharjo sejumlah 42.282 kendaraan, dengan peningkatan sebesar 2,98 persen dari lalu lintas hari sebelumnya. Jumlah tersebut meningkat 4,37 persen dari lalu lintas normal 

"Lalu lintas terpadat berlangsung pukul 16.15 - 17.15 WIB, menjelang buka puasa," ujarnya.

Kemudian, jumlah kendaraan yang masuk dari arah Solo ke Sukoharjo di titik hitung Bulakrejo sejumlah 42.055 kendaraan, dengan peningkatan sebesar 3,76 persen dari lalu lintas hari sebelumnya. Jumlah ini meningkat 5,85 persen dari lalu lintas normalnya.

"Di Bulakrejo lalu lintas terpadat berlangsung pukul 16.00-17.00 WIB," ucapnya.

Dari 2 titik hitung itu, kendaraan yang masuk ke Sukoharjo di dominasi sepeda motor sebanyak 60 sampai 65 persen. Disusul kendaraan mobil pribadi 27 sampai 30 persen. Kemudian truk kecil dan truk as 2 yang mencapai 2 sampai 4 persen.

"Untuk bus sedang dan bus besar, hanya 0,6 sampai 0,8 persen," imbuhnya.

Dengan begitu, Dishub Sukoharjo mengimbau kepada pengendara untuk tetap patuhi rambu lalu lintas, ikuti petunjuk petugas di lapangan dan utamakan keselamatan di jalan. Jangan lupa untuk selalu mengikuti protokol kesehatan.

Terpisah, Wakapolres Sukoharjo, Kompol Teguh Prasetyo menambahkan, operasi yustisi Prokes ditingkatkan seiring dengan bertambahnya para pemudik. Seperti yang terpantau di pintu masuk menuju Kabupaten Sukoharjo, petugas gabungan terdiri dari Polres, Kodim, Satpol PP, Dishub dan Dinas Kesehatan, menghentikan laju kendaraan roda empat, khususnya yang bernopol luar daerah. Dimana mereka diminta untuk menunjukkan surat-surat kesehatan.

Sehingga apabila tidak mengantongi surat keterangan hasil tes antigen, maka yang bersangkutan langsung diminta tes antigen saat itu juga.

"Minimal pemudik membawa surat hasil tes antigen, dan masih berlaku. Hasil dari pemeriksaan ini tadi sudah banyak yang membawa suratnya (hasil tes antigen)," ucapnya.

Seiring dengan bertambahnya para pemudik, pihaknya mengimbau kepada bhabinkamtibmas maupun Babinsa diminta untuk mendata para pemudik di wilayah masing-masing.

Dari data yang dihimpun per Sabtu (1/5/2021) jumlah pemudik yang datang di Sukoharjo sudah mencapai 1.166 orang. Dari jumlah tersebut, terpantau paling banyak di Kecamatan Nguter yang mencapai 285 orang dan Bulu 234 orang. Sedangkan paling sedikit yakni Kartasura 9 orang dan Grogol 19 orang.

"Kita baru bisa menganalisa, belum bisa memastikan kapan puncak arus mudik terjadi," tandasnya.