Perkawinan Anak Usia Dini di Sukoharjo Meroket, Ini Efek Negatifnya
Sosial

Perkawinan Anak Usia Dini di Sukoharjo Meroket, Ini Efek Negatifnya

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Pernikahan anak usia dini di Kabupaten Sukoharjo pada tahun 2020 meroket lebih dari 10 kali lipat dari tahun sebelumnya. Padahal pernikahan yang dilakukan sebelum usia pernikahan memiliki sejumlah efek negatif.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Bencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti mengatakan, efek pernikahan dini ini meliputi efek kesehatan, ekonomi, dan psikologis.

"Dampak kesehatan itu pasti, seperti stunting. Selain itu kan, wanita yang belum saatnya hamil, pinggulnya sempit karena belum berkembang dengan baik menjadi salah satu faktor kematian pada bayi dan ibu," katanya Jumat (23/4/2021).

Aspek ekonomi juga akan menghantui pasangan muda yang belum mapan secara ekonomi. Selain itu, secara psikologis, mereka juga belum bisa merawat dan mendidik anak, sehingga akan berbahaya bagi perkembangan anak. 

Dari versi Kementerian Agama sendiri, pernikahan dini dilakukan bilamana pasangan tersebut berusia dibawah 19 tahun.

"Kalau dari kami, idealnya orang menikah pada laki-laki usia 25 tahun, sementara wanita 21 tahun," ujarnya.

Oleh karena itu, sosialisasi delapan fungsi keluarga akan terus digencarkan DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo. Peran keluarga dan orang tua, sangat penting untuk menjaga anak mereka agar menikah diusia yang sudah matang.

"Edukasi, pendidikan Agama, pendidikan sosial, dan lainnya sangat penting diterapkan," terangnya.

Dari fenomena pernikahan dini yang terjadi di Sukoharjo, menurut Proboningsih, mayoritas dari mereka adalah anak yang broken home.

"Ada yang karena ditinggal merantau orangtuanya, dan kurang mendapatkan kasih sayang orang tuanya, sehingga terjadi pernikahan dini. Ada juga yang karena kekerasan seksual," tandasnya.