Kasus Perkawinan Anak Usia Dini Meningkat Tajam Saat Pandemi Covid-19
Peristiwa

Kasus Perkawinan Anak Usia Dini Meningkat Tajam Saat Pandemi Covid-19

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Kasus perkawinan anak usia dini di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, perlu mendapat penanganan serius dari instansi terkait. Pasalnya, angka kasusnya mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Bencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti mengatakan, selama pandemi Covid-19 berlangsung, jumlah kasus perkawinan usia dini meningkat drastis.

"Tahun 2019 ada 77 kasus, selama pandemi ini meningkat tajam menjadi 203 kasus," katanya, Rabu (21/4/2021).

Bahkan, kasus ini terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Pasalnya di tahun 2017 tercatat ada 43 kasus dan di tahun 2018 ada 67 kasus. 

Menurut Proboningsih, ada sejumlah faktor yang melatarbelakangi orangtua menikahkan anaknya di usia dini. Diantaranya masalah ekonomi, pendidikan, adat istiadat dan kehamilan.

Selain itu, dalam kesehariannya anak-anak tinggal di rumah tanpa pengawasan yang memadai. Dengan pola pengasuhan yang kurang, anak menjadi rentan terhadap paparan hal-hal negatif, semacam pergaulan bebas dan pornografi ditengarai memberikan kontribusi cukup signifikan dalam meningkatnya angka pernikahan usia dini. Salah satunya karena sekolah yang menerapkan metode pembelajaran secara online sehingga membuat anak-anak kurang terkontrol.

"Rata-rata kasus di lapangan itu pasti ekonomi, orang tua terlalu sibuk, ke dorong dengan adanya pandemi ini banyak waktu belajar di rumah yang harusnya jadi pantauan orang tua, tapi terkadang orang tua sibuk bekerja jadi kadang terlena," ujarnya.

Oleh karena itu, secara sistematis dan berkelanjutan, DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo terus melakukan edukasi dan sosialisasi pencegahan pernikahan anak usia dini kepada masyarakat.