Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi, Suarakan Tiga Poin
Peristiwa

Ratusan Mahasiswa Gelar Aksi, Suarakan Tiga Poin

Kartasura,(sukoharjo.sorot.co)--Ratusan mahasiswa Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta menggelar unjuk rasa di depan Gedung rektorat kampus setempat di Kartasura, Rabu (17/6/2020).

Ada tiga poin yang disuarakan dalam aksi tagih janji ini, yakni meminta keringanan uang kuliah tunggal (UKT) hingga 50%, realisasi subsidi pulsa kuliah daring atau online dan perombakan regulasi sanggah bagi orang tua mahasiswa baru.

Menurut Humas aksi, Robby Isnan Abdillah, mahasiswa semester VI Fakultas Adab dan Bahasa, tuntutan tersebut salah satunya didasarkan atas beratnya beban yang harus ditanggung orang tua mahasiswa akibat pandemi Covid-19.

"Saat ini banyak orang tua mahasiswa mengalami kesulitan ekonomi. Meskipun ada (regulasi) sanggah untuk mengajukan keberatan UKT, tapi itu belum tentu dikabulkan," ucapnya.

Dalam regulasi sanggah tersebut masih terdapat sejumlah syarat, dimana putusannya nanti ada 3 kemungkinan. Yakni UKT dapat turun, tetap, atau justru malah naik. 

"Ketika mengajukan sanggah itu kan harapannya UKT dapat turun. Tapi ini tidak. Malah justru bisa naik," katanya.

Menanggapi aksi unjuk rasa tersebut, Rektor IAIN Surakarta, Mudofir langsung turun menemui mahasiswa. Ia menyampaikan bahwa pihaknya dapat memahami kondisi yang dihadapi para mahasiswa.

"Rektor itu juga sama seperti kumpulan mahasiswa, tidak bisa memutuskan sendiri. Bahkan saya siap dikucilkan dalam rapat kumpulan rektor-rektor karena sedikit berbeda dalam memperjuangkan kepentingan mahasiswa," papar Mudofir.

Diakui Mudofir, keterlambatan pihaknya dalam merealisasikan janji lantaran harus terlebih dulu menunggu keluarnya Keputusan Menteri Agama (KMA) yang merupakan dasar hukum untuk membuat kebijakan.

"KMA baru turun kemarin, untuk itu yang nomor satu tentang keringanan UKT sudah ada skemanya dan tinggal dihitung berapa prosentasenya. Kedua untuk realisasi pulsa akan diberikan tapi pada semester depan, dan yang ketiga kami sudah paham," terangnya.

Sebagai tindak lanjutnya, pada kesempatan ini, rektor meminta kepada sembilan orang perwakilan mahasiswa untuk berdialog membahas secara lebih seksama terkait kebijakan yang akan diputuskan kampus dimasa perkuliahan ditengah pandemi Covid-19.

Meski melibatkan banyak peserta, aksi digelar dengan tetap mengikuti prosedur protokol kesehatan, yakni menjaga jarak dan tiap peserta mengenakan masker.