Ngaku Jadi Korban Begal, Karyawan Pabrik Masuk Penjara
Hukum & Kriminal

Ngaku Jadi Korban Begal, Karyawan Pabrik Masuk Penjara

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Karyawan PT Sritex yang beberapa Minggu lalu mengaku menjadi korban begal, kini justru harus mendekam di balik jeruji penjara. Ia adalah Ki (21) warga Dukuh Jurang, Desa Pijirejo, Kecamatan Manyaran, Kabupaten Wonogiri.

Dalam keterangan press rilisnya Rabu (10/6/2020), Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas menjelaskan, peristiwa yang terjadi di pada hari Kamis (30/4/2020) lalu, Ki yang saat itu masih mengenakan seragam kerja mengaku menjadi korban begal saat melintas di bulak jalan sepi di daerah Watu Longok, Dusun Suwiran, Desa Pundungrejo, Kecamatan Tawangsari.

Usai kejadian itu, Ki membuat laporan ke Polsek Tawangsari dan mengaku kehilangan uang Rp 2,7 juta yang baru saja diambil dari ATM. Namun berkat kejelian penyidik Satreskrim Polres Sukoharjo, aksi drama Ki terbongkar. Pasalnya anggota yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) mengaku ada kejanggalan dalam peristiwa ini.

Kejanggalan tersebut diantaranya, tas dibuang di area persawahan padahal keterangan korban pelaku lari ke arah hutan sehingga lokasi pembuangan tas bertolak belakang dengan arah lari pelaku dan motor korban tidak dibawa kabur oleh pelaku.

Selain itu, Ki mengaku sebelum kejadian ia mampir ke ATM untuk mengambil uang Rp 2,7 juta. Namun setelah ditelusuri tidak ada transaksi pengambilan uang di ATM tersebut.

"Yang bersangkutan telah melaporkan kejadian palsu telah kehilangan dan dirampas uangnya sebanyak Rp 2,7 juta. Uang tersebut digunakan untuk kepentingan pribadi yang bersangkutan, motifnya untuk kesenangan pribadi," jelasnya.

Pelaku sempat memberikan ciri pelaku bertato kalajengking, bahkan menyebutkan dua nama yang diduga pelaku. Setelah di croscheck kedua nama yang disebutkan tidak melakukan aksi tersebut. 

Bahkan untuk menguatkan aksinya, korban melukai tangan dan pahanya dengan benda tajam, demi meyakinkan petugas bahwa ia sudah dilukai oleh para pelaku begal.

Saat di wawancarai oleh awak media, pelaku mengaku melakukan hal itu agar mendapat uang dari kakaknya sejumlah Rp 3 juta. Uang tersebut ia gunakan untuk angsuran motor dan memodifikasi motor Honda CBR miliknya.

"Buat modif motor itu," tandasnya.

Akibat ulahnya, tersangka melanggar Pasal 242 ayat (1) KUHP ancaman penjara 7 tahun kurungan dan atau Pasal 220 KUHP hukuman penjara 1 tahun 4 bulan.