Berkedok Jadi Anggota Polri, Dua Tersangka Begal Dicokok Polisi
Hukum & Kriminal

Berkedok Jadi Anggota Polri, Dua Tersangka Begal Dicokok Polisi

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Satreskrim Polres Sukoharjo berhasil menangkap dua tersangka kasus pembegalan yang terjadi di daerah Bendungan Colo, Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Sukoharjo.

Kedua pelaku yakni Kat alias Kalidun (39) warga Puntuk, Desa Celep, Kecamatan Nguter dan Mus alias Geblek (26) warga Ngrobyong, Desa Rejosari, Kecamatan Polokarto.

Menurut Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, kedua pelaku melakukan tindak kriminal pada hari Rabu (29/4/2020) sekitar Pukul 13.00 WIB. Untuk mengelabuhi target, kedua pelaku bahkan menyamar sebagai anggota Polri.

"Korban dua orang, yang bersangkutan mengendarai kendaraan, pada saat siang hari di Jembatan Colo mereka berdua K dan M mengaku sebagai anggota polri mengaku dari satuan narkoba meminta dan memeriksa barang-barang yang dibawa utamanya handphone," terangnya kepada awak media, Rabu (13/5/2020).

Karena ketakutan, para korban yang masih remaja tersebut mempercai dan menyerahkan ponsel mereka. Dua handphone milik Audia Putri warga Desa Sendangijo, Kecamatan Selogiri, Wonogiri dan Agustinus Dwi warga Desa Kepuh, Kecamatan Nguter, Sukoharjo lantas dibawa lari oleh tersangka. Merasa ditipu, korban kemudian melaporkan ke Satpam PJT 1 Bendungan Colo, yang diteruskan ke Mapolsek Nguter. 

Mendapat laporan tersebut, Satreskrim Polres Sukoharjo langsung melakukan penyelidikan. AKP Nanung Nugroho, Kasat Reskrim Polres Sukoharjo menjelaskan, kedua tersangka ditangkap di lokasi yang berbeda.

"Satu tersangka ditangkap tim Resmob pada 5 Mei di daerah Bendosari dan satunya di wilayah Polokarto. Yang di Polokarto ditangkap ketika akan melakukan tindak pidana yang lain, jadi dia mengincar rumah kosong," jelasnya.

Sementara itu barang bukti dari kasus ini yakni dua buah handphone dan satu unit sepeda motor Honda Vario warna hitam. Akibat ulahnya, kedua pelaku dijerat Pasal 368 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun kurungan.