Modus Jual Motor Berharga Miring, Mantan Karyawan Dealer Motor Tipu Puluhan Warga
Hukum & Kriminal

Modus Jual Motor Berharga Miring, Mantan Karyawan Dealer Motor Tipu Puluhan Warga

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Mantan karyawan dealer motor di Serengan, Surakarta dibekuk Tim Reserse Mobil (Resmob) Polres Sukoharjo. Tersangka bernama MFI (41), warga Dukuh Plampang RT 01/RW 06 Desa Ngombakan, Polokarto, ditangkap karena diduga melakukan penipuan dengan korban mencapai puluhan warga.

Kapolres Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas mengatakan, tersangka yang mengaku sales dealer tersebut menawarkan sepeda motor baru kepada para target dengan selisih harga Rp 3 juta dari harga normal. Saat mengiming-imingi korban, ia mengatakan jika terdapat promo sehingga harga yang ia tawarkan sangat miring.

Kasus ini bermula pada hari Kamis (13/6/2019), ketika salah satu korban bernama Suyoto membeli sepeda motor Honda Scoopy kepada tersangka.

"Tersangka menawarkan harga Rp 17 juta dari harga resmi Rp 20 juta, dari sini korban tertarik untuk membeli," katanya saat konfrensi pers Senin (13/1/2020).

Menginjak bulan Desember 2019, korban didatangi oleh Adira Finance untuk menagih angsuran kredit motor. Sehingga korban kaget, lantaran waktu membeli sepeda motor tersebut secara tunai atau cash. 

Selanjutnya, korban mendatangi dealer motor tersebut dan dari pihak dealer mengatakan bahwa waktu pembelian pada bulan Juni lalu tidak dibeli tunai, tetapi melalui pembiayaan Adira Finance Solo Baru dengan uang muka Rp 2,5 juta. Dengan angsuran Rp 1.360.000 perbulan selama 17 bulan dan masih 12 kali angsuran lagi.

"Korban baru mengetahui kalau tertipu setelah dikasih tahu dari pihak dealer, sehingga kerugian yang ditanggung korban sebesar Rp 33.320.000," imbuhnya.

Setelah kejadian itu, korban bersama 13 korban lainnya langsung melapor ke Polres Sukoharjo. Selain melakukan tindak pidana dengan kasus tersebut, tersangka juga melakukan tindak pidana dengan modus yang berbeda.

"Tersangka juga melakukan penipuan dengan menawarkan kepada korban berupa mendapat undian sepeda motor dan harus menebus dengan sejumlah uang Rp 9 juta. Setelah uang diberikan kepada tersangka korban tidak kunjung diberi sepeda motor," terang Kapolres.

Selain itu, modus yang dilakukan tersangka yakni mengiming-iming korban dengan menukarkan sepeda motor bekas milik korban dengan sepeda motor baru. Namun setelah tersangka menerima sepeda motor bekas dari korban, motor tersebut lalu ia jual dan uang hasil penjualan tidak dibelikan sepeda motor yang baru tetapi disalahgunakan oleh tersangka.

Kapolres menambahkan, dari keterangan tersangka, seluruh korban penipuan berjumlah 30 orang, dimana jumlah total kerugian sekitar Rp 400 juta.

Akibat ulahnya, tersangka harus mendekam dibalik jeruji penjara dan dijerat pasal 378 KUHP tentang penipuan, dan pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman penjara maksimal masing masing pasal empat tahun kurungan.