Angka Kekerasan Anak Menurun, Dinas Gencar Sosialisasi
Sosial

Angka Kekerasan Anak Menurun, Dinas Gencar Sosialisasi

Sukoharjo(sukoharjo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Sukoharjo melalui Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Bencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) terus menekan angka kekerasan terhadap anak. Hal ini terbukti dengan menurunnya angka kekerasan di Kabupaten Sukoharjo.

Disampaikan Proboningsih Dwi Danarti, Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo, selama kurun waktu tiga tahun, tingkat kekerasan anak menurun. Dimana pada tahun 2017, angka kekerasan anak mencapai 48 kasus dan pada tahun 2018 menurun menjadi 39 kasus.

"Ditahun 2019 ini angka kekerasan menurun menjadi 25 kasus," paparnya.

Sementara itu, data kekerasan terhadap anak selama 2019 tersebut tercatat paling banyak ditemukan di Kecamatan Sukoharjo dan Grogol yakni 4 kasus. Selain itu di kecamatan lain, yaitu Kartasura Mojolaban Baki 3 kasus, Nguter Weru Polokarto 2 kasus, dan Kecamatan Bulu Tawangsari 1 kasus. Sedangkan di dua kecamatan yakni Kecamatan Bendosari dan Gatak tidak ditemukan kasus kekerasan terhadap anak. 

Meskipun tingkat kekerasan terhadap anak mengalami penurunan, namun berbagai langkah preventif terus dilakukan dengan cara sosialisasi di berbagai instansi dan kelompok masyarakat.

Ia menilai, kasus kekerasan terhadap anak merupakan fenomena gunung es, yang berarti hanya sebagian kecil kasus yang dilaporkan dan ditangani pihak berwenang. Sedangkan sebagian besar insiden tidak dilaporkan.

Menurutnya, kasus yang melibatkan anak-anak ini rata-rata disebabkan karena kurangnya pengawasan dari keluarga dan lingkungan sekitar. Namun yang menjadi faktor utama yakni penggunaan gadget.