Punya Lahan Luas, Pemkab Sukoharjo Tawarkan Dua Desa ke Investor Asing
Ekonomi

Punya Lahan Luas, Pemkab Sukoharjo Tawarkan Dua Desa ke Investor Asing

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Pemerintah Kabupaten Sukoharjo menawarkan dua desa di wilayah Kecamatan Bendosari kepada calon investor luar negeri yang hendak menanamkan modal ke Sukoharjo. Kedua desa tersebut yakni Mojorejo dan Manisharjo.

Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPT) Sukoharjo, Abdul Haris Widodo, di sela-sela kegiatan sarasehan kamtibmas dalam rangka peningkatan investasi dan lapangan kerja di Ruang Panjura Mapolres Sukoahrjo, Jumat (29/11/2019).

Dikatakan Abdul, kedua desa ini memiliki lahan kosong yang cukup luas sebagai lokasi pendirian pabrik. Sehingga ia berharap ada calon investor luar negeri yang tertarik untuk menanam modal.

"Kami tawarkan lahan yang luas yang didukung akses infrastruktur memadai. Pasokan air dan listrik juga tak ada masalah," katanya.

Diketahui wilayah Bendosari merupakan daerah perluasan kawasan industri Nguter. Selain Bendosari, wilayah Polokarto juga masuk dalam daerah perluasan kawasan industri Nguter. Lahan kawasan industri Nguter diperluas dari 345 hektare menjadi 550 hektare. 

Selama ini, kawasan industri Nguter mencakup lima desa yakni Pengkol, Kedungwinong, Gupit, Celep dan Jangglengan.

"Saya berharap pembangunan proyek Jalur Lingkar Timur (JLT) yang menghubungkan wilayah Nguter dengan Bendosari sepanjang 12 kilometer mampu menjadi faktor pendukung utama perluasan kawasan industri Nguter," ujarnya.

Sementara untuk saat ini, proses pengurus perizinan menerapkan sistem Online Single Submission (OSS) sejak pertengahan 2018. Pemberlakukan sistem OSS merupakan upaya pemerintah mengintegrasikan pelayanan perizinan yang cepat, mudah dan memberi kepastian. Para pelaku usaha maupun perseorangan wajib mengurus izin berusaha lewat sistem OSS. Sehingga mereka bisa mengakses sistem OSS kapanpun dan dimanapun sehingga tak perlu mendatangi kantor instansi terkait.

"Kami juga telah menerapkan tanda tangan digital untuk mempercepat proses perizinan. Pelaku usaha tak perlu menunggu beberapa hari saat saya bertugas ke luar kota. Tandatangan digital bisa dilakukan setiap saat," paparnya.

Sementara itu Kepala Bidang Tata Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sukoharjo, Agus Suprapto, mengungkapkan setiap investor yang hendak mendirikan pabrik wajib mengantongi izin lingkungan.

Perusahaan wajib menyusun dokumen analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal). Pasalnya dokumen Amdal bakal dinilai oleh tim yang telah memiliki lisensi dari otoritas pemerintah. Dimana tim ini bakal menentukan apakah dokumen Amdal perusahaan layak atau tidak.

"Yang perlu diingat, penyusunan Amdal harus sesuai tata ruang wilayah. Jika tak sesuai tata ruang wilayah kami tak berani menerbitkan rekomendasi izin lingkungan," terangnya.

Sementara itu, Kapolres Sukoharjo, AKBP Bambang Yugo Pamungkas, menyatakan TNI-Polri siap mendukung dan mengawal peningkatan investasi di Kabupaten Jamu. Iklim investasi yang kondusif bakal menarik calon investor dan menyerap tenaga kerja. Hal ini bakal berdampak positif bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.