Kolaborasi Dalang Senior dan Dalang Cilik Mainkan Sinema Wayang
Budaya

Kolaborasi Dalang Senior dan Dalang Cilik Mainkan Sinema Wayang

Kartasura,(sukoharjo.sorot.co)-Yayasan Sang Pamarta Indonesia menggelar peringatan Hari Wayang Nasional di Gedung Serbaguna Desa Ngabeyan, Kecamatan Kartasura. Kegiatan ini berlangsung selama dua hari mulai 20 hingga 21 November 2019.

Mengawali kegiatah, ratusan anak-anak mengikuti kirab budaya dari Gedung Serbaguna kemudian keliling wilayah Desa Ngabeyan dan kembali finish di Gedung Serbaguna. Dalam pawai kirab budaya ini, para peserta berdandan dengan mengenakan pakaian wayang. Sesampai di finish, sejumlah peserta menampilkan aksi kesenian salah satunya Reog Ponorogo.

Rencananya, di hari kedua akan digelar pementasan wayang kulit oleh tujuh dalang cilik, yakni Galang, El Brata, Galen, Zidane, Raka, Bagas, dan Hanung. Sedangkan pada malam harinya akan tampil enam dalang terdiri dari empat dalang senior dan dua dalang cilik bakal berkolaborasi dengan format Sinema Wayang dengan lakon Gatotkaca Lahir.

Ketua panitia penyelenggara Wahyu Dunung Raharjo menjelaskan, format sinema wayang merupakan gambar bergerak dikolaborasikan dengan penampilan dalang dalam satu layar dengan background yang sudah disetting oleh tim media.

"Misalnya ketika Gatotkaca masuk ke dalam kawah apinya kita pakai gambar kawah nyata, dan ada settingan keraton setingan hutan, dan dikolaborasikan oleh enam dalang," ucapnya.

Rangkaian kolaborasi antara dalang senior dan dalang cilik berbeda dari daerah lain. Kalau biasanya mereka menyuguhkan pagelaran yang hampir semua dalang senior, namun di Kabupaten Jamu ini akan disuguhkan dengan aksi dalang cilik. 

"Pagelaran wayang dalang senior itu kami memandang ruang untuk generasi penerus itu masih kurang untuk acara HWN ini. Sehingga yayasan mengerahkan anak-anak sebagai generasi penerus pedalangan untuk ambil bagian dalam hari wayang," tandasnya.