Jadi Korban Arisan Online Fiktif, Warga Kartasura Rugi Ratusan Juta
Hukum & Kriminal

Jadi Korban Arisan Online Fiktif, Warga Kartasura Rugi Ratusan Juta

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Seorang warga Kecamatan Kartasura UG menjadi korban penipuan dengan modus arisan online dengan kerugian hingga Rp 149 juta. Korban diajak untuk mengikuti arisan tersebut oleh TR (29) warga Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasar Kliwon, Solo.

Menurut Kasatreskrim Polres Sukoharjo, AKP Gede Yoga Sanjaya, awalnya arisan online yang dikuti UG berjalan dengan baik, dengan pembayaran per slot RP 2,5 juta. Sedangkan anggota yang namanya keluar dalam satu putaran arisan tersebut akan mendapatkan uang arisan sebesar Rp 30 juta.

"UG ini tertarik, dia ikut dua slot, dengan membayar Rp 4,95 juta," kata Kasatreskrim mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Sabtu (31/8).

Sampai pembayaran bulan ke tujuh atau sekitar bulan Maret 2019, UG mendapatkan arisan sebesar Rp 30 juta. Hal itu membuat UG menaruh kepercaan kepada TR, sehingga ia terus mengikuti arisan online fiktif tersebut. 

"Modusnya membuat korban percaya dulu, dibuat seolah-olah itu arisan yang normal, ketika korban sudah percaya, maka TR akan mulai melakukan aksinya," imbuhnya.

Pada bulan Mei 2019, TR mulai menjalankan operasinya terhadap UG dengan menawarkan UG untuk menggantikan arisan dari peserta yang mengundurkan diri.

"Seolah-olah ada anggota dari kelompok arisan itu mengundurkan diri, lalu si korban ini ditawari untuk menggantikan daman si korban ini ditawari hingga sebelas kali," terangnya.

Saat UG mau menarik, dia selalu ditawari TR untuk menggantikan peserta yang mungundurkan diri, dengan jumlah yang bervariatif. Sehingga UG tidak mendapatkan uang hasil arisan, karena uang arisan dibuatnya untuk menutup slot kosong dari peserta lain yang di tinggalkan.

"Misalnya dua hari korban mau menarik, dia selalu ditawari yang baru, uang yang seharusnya dia dapatkan, tidak pernah diterima, seolah-olah digunakan untuk menutup arisan yang lain. Jadi duitnya dapet dari omongan aja. Korban ini dari bulan Mei hingga Juni tidak pernah memegang duit," ucapnya.

Mulai tanggal 19 Mei, korban ditawari menggantikan arisan sebesar Rp 8 juta dimana pada pada tanggal 28 Mei dijanjikan mendapatkan penarikan senilai Rp 10 juta. Ketika mendekati waktu penarikan, dia terus ditawari hingga sebelas kali dengan nominal tertinggi mencapai Rp 50 juta.

"Terakhir pada 7 Juni dia ditawari menggantikan arisan Rp 15 juta, yang akan keluar Rp 20 juta pada 9 Juni," paparnya.

UG mulai menyadari saat berita arisan online fiktif tersebut heboh di dunia maya dan langsung melaporkan ke Polres Sukoharjo.