Penggunaan Gadget Berlebihan Berpotensi Ganggu Kesehatan Anak
Sosial

Penggunaan Gadget Berlebihan Berpotensi Ganggu Kesehatan Anak

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Sukoharjo, menghimbau para orang tua untuk mengurangi penggunaan gadget kepada anak-anaknya.

Jelang peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 23 Juli, Kepala DPPKBP3A Proboningsih Dwi Danarti mengatakan, penggunaan gadget yang berlebihan dinilai mempengaruhi menurunnya tingkat belajar anak. Sehingga setiap orang tua harus bijaksana terhadap anak yang sudah mulai mengenal dan menggunakan gadget.

"Memang ada segi negatif dan positifnya, dan orang tua harus pandai-pandai untuk bijak melihat anaknya menggunakan HP-nya. Kalau hanya untuk komunikasi SMS dan telfon tidak masalah," paparnya, Rabu (17/7/2019).

Selain meminta untuk mengurangi penggunaan gadget, ia juga meminta kepada orang tua untuk kembali mendongengkan anak. Hal tersebut untuk membangun karakter terhadap anak. 

"Seperti dongeng kancil nyolong timun dan timun mas, di situ ada karakter jelek dan baiknya, anak bisa melihat dengan mendongeng itu mencontoh baik buruknya," imbuhnya.

Sementara itu, ia mengingatkan kepada masyarakat untuk peduli kepada keluarganya masing-masing. Pasalnya keluarga merupakan ujung tombak untuk mempersiapkan anak menuju generasi emas.

"Kalau tidak dipersiapkan sejak sekarang, kesananya anak-anak yang belum kita persiapkan sejak sekarang eman-eman sekali, padahal anak aset bangsa," terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Sukoharjo dr Yunia Wahdiyati, menandaskan, beberapa dampak negatif penggunaan gadget terhadap anak antara lain kecanduan, menggangu pertumbuhan otak anak, kelainan mental, dan proses belajar tidak berkelanjutan.

"Sebaiknya (pemakaian HP) seminggu satu kali, di akhir pekan selama dua jam saja. Dan itu untuk optimalisasi pemanfaatan waktu luang, karena anak-anak masih berada di fase pertumbuhan," tandasnya.