Pasca Penggeledahan Rumah Terduga Teroris, Ketua ¬RT-RW Diimbau Data Ulang Warganya
Sosial

Pasca Penggeledahan Rumah Terduga Teroris, Ketua ¬RT-RW Diimbau Data Ulang Warganya

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya meminta kepada seluruh Ketua RT dan RW di Sukoharjo untuk ikut aktif melakukan deteksi dini terkait ancaman terorisme. Deteksi ddilakukan dengan melakukan pendataan ulang warga khususnya pendatang baru di wilayah masing-masing.

Imbauan dilakukan bupati mengingat beberapa hari lalu jajaran Detasemen Khusus (Densus) 88 Anti Terror Mabes Polri melakukan penggeledahan rumah kontrakan di Kecamatan. Selain itu, beberapa pelaku dan terduga teroris juga ditangkap di wilayah hukum Sukoharjo. Yang mana merupakan warga pendatang baru yang berstatus mengontrak atau tinggal di kos.

"Saya menghimbau kepada seluruh RT RW seKabupaten Sukoharjo untuk mendata ulang masyarakatnya, terutama bagi yang kos-kosan, jadi biar ketahuan penduduk mana yang tinggal di situ," paparnya Kamis (13/6/2019).

Bupati berharap, dengan melakukan pendataan ulang dapat mengurangi kasus yang mengarah ke aksi terorisme. Ia juga meminta Ketua RT dan RW untuk tegas menolak warga pendatang jika tidak bersedia mengungkap identitas yang jelas. 

"Kalau tidak mau menyerahkan identitas ya ditolak, tidak boleh kos, harus tegas, jadi syaratnya menyerahkan identitas kepada RT RW. Kalau tidak mau harus ditolak masyarakat, itu tanda-tanda tidak baik," imbuhnya.

Seperti diketahui, beberapa hari lalu, Densus 88 anti teror melakukan penggeledahan di salah satu rumah kontrakan terduga teroris di Gang Salak, Waringinrejo, Cemani, Grogol. Terduga teroris ini merupakan warga baru, yang mana sejak awal tinggal dirumah tersebut tidak menyerahkan identitas diri kepada RT setempat.