Dapat Uang Palsu dari Pembayaran Hutang, Warga Kartasura Malah Jadi Tersangka
Hukum & Kriminal

Dapat Uang Palsu dari Pembayaran Hutang, Warga Kartasura Malah Jadi Tersangka

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Nasib sial dialami SY (45), warga Pucangan, RT 02/RW 13, Desa Pucangan, Kecamatan Kartasura. Bagaiman tidak, Ia ditetapkan sebagai tersangka karena kedapatan menyimpan uang palsu (upal). SY mengaku mendapatkan uang tersebut dari orang lain yang membayar hutang kepadanya.

Dijelaskan Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, kasus tersebut bermula saat tersangka memiliki utang piutang dengan Iskandar, warga Bangsri, Jepara senilai Rp50 juta. Pada bulan Mei 2017, SY bermaksud menagih hutang pada IS dan saat itu dibayar senilai Rp 6 juta. Akan tetapi setelah uang tersebut diterima dan akan disetorkan ke mesin ATM ternyata uang tersebut ditolak oleh ATM.

Setelah diamati ternyata uang tersebut adalah uang palsu dan Suyadi berniat mengembalikan ke IS. Hingga pada akhirnya tanggal 24 Januari 2019 mereka berdua bertemu dan IS berjanji akan bertemu lagi untuk mengembalikan uang SY pada tanggal 28 Februari 2019.

Belum sampai waktu seperti dalam kesepakatan, SY justru terkena razia kepolisian saat melintas di Jalan Raya Pajang-Kartasura pada tanggal 14 Februari 2019 sekitar pukul 15.00 WIB.

"Pada saat Polres Sukoharjo menggelar kegiatan cipta kondisi di Kartasura dan yang bersangkutan di dapati membawa 60 lembar pecahan 100 ribuan berjumlah Rp 6 juta," terang Iwan, Kamis (28/2/2019).

Iwan menambahkan, SY mengetahui uang tersebut palsu namun masih menyimpannya dan memiliki dalam kurun waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu Sy akan dijerat dengan Pasal 36 ayat (2) UU Nomor 7 Tahun 2011 tentang Mata Uang. Tersangka diancam dengan pidana penjara paling lama 10 tahun dan denda paling banyak Rp 10 miliar. Saat ini, tersangka ditahan polisi untuk pemeriksaan lebih lanjut. 

"Dari pemeriksaan, SY belum menggunakan uang tersebut dan masih utuh Rp 6 juta dari Iskandar," tutup Iwan.