Pulang dari Pengamanan di Perbatasan, Ratusan Prajurit TNI Karantina Mandiri
Peristiwa

Pulang dari Pengamanan di Perbatasan, Ratusan Prajurit TNI Karantina Mandiri

Mojolaban,(sukoharjo.sorot.co)--Sebanyak 450 prajurit Satgas Bataliyon Infantri (Yonif) Mekanis Raider 413/Bremoro tiba di kesatuan. Upacara penyambutan dipimpin langsung oleh Kepala Staf Divisi Infanteri 2 Kostrad Brigadir Jenderal TNI Tjaturputra Gunadi, Sabtu (03/04/2021).

Mereka sebelumnya bertugas menjaga perbatasan antara Indonesia dan Papua Nugini selama 10 bulan. Selama pengamanan tersebut dipimpin oleh Dansatgas, Mayor Inf Anggun Wuriyanto.

Brigadir Jenderal TNI Tjaturputra Gunadi menyampaikan rasa bangga yang luar biasa kepada para prajurit lantaran berbagai prestasi telah ditorehkan selama pelaksanaan penugasan. Selama penugasan itu, ratusan prajurit dibagi menjadi 18 pos.

"Terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas hasil pelaksanaan tugas dan pengabdian selama di daerah penugasan, dan ini kembali dengan utuh 450 orang" ucapnya.

Brigadir Jenderal TNI Tjaturputra Gunadi mengatakan, sebelum meninggalkan tanah Papua, para prajurit ini terlebih dahulu menjalani tes antigen dan hasilnya non reaktif. Namun setelah turun di Tanjung Mas Semarang, dan kembali dilaksanakan tes antigen ada 30 prajurit yang reaktif. Sedangkan bagi yang hasilnya non reaktif harus mengikuti aturan dari pimpinan, yakni karantina di Mako selama tiga hari. 

"Yang reaktif ini mungkin kelelahan saat lintas laut yang cukup lama yakni 13 hari, yang bersangkutan langsung isolasi mandiri, sekarang kita kirim mereka ke Rumah Sakit DKT Slamet Riyadi Surakarta untuk tes Swab PCR, dan seluruh prajurit juga akan kita lakukan Swab PCR," katanya.

Selama penugasan, para prajurit Satgas Bataliyon Infantri (Yonif) Mekanis Raider 413/Bremoro berhasil mengamankan beberapa senjata dari masyarakat tanpa terlibat kontak tembak. Selain itu, para prajurit juga berhasil melakukan pendekatan terhadap masyarakat, termasuk budaya dan terlibat melakukan penanganan dan pencegahan virus corona.

Bahkan, mereka juga berhasil membangun gereja di daerah perbatasan yang lokasinya sangat terpencil. Dimana keberadaan gereja ini sangat diharapkan oleh masyarakat setempat.

"Setelah melaksanakan tugas mereka mendapat tiga penghargaan dari Pangdam, lembaga tertinggi keagamaan disana yakni Sinode GKI Provinsi Papua, dan walikota setempat karena dianggap berhasil melaksanakan tugas di sana, yang sebelum-sebelumnya belum pernah didapatkan satuan tugas di daerah tersebut," ujarnya.

Brigadir Jenderal TNI Tjaturputra Gunadi menambahkan, setelah kembali ke Mako, mereka akan melaksanakan kegiatan pengembalian karakter mereka sebagai prajurit.

Dalam upacara penyambutan tersebut, turut hadir Bupati Sukoharjo Etik Suryani, Dandim 0726 Letkol Inf Agus Adhy Darmawan, Kapolres AKBP Bambang Yugo Pamungkas, dan Kepala Kejaksaan Negeri Tatang Agus Volleyantono.