Bunuh Satu Keluarga, Terdakwa Divonis Hukuman Mati
Peristiwa

Bunuh Satu Keluarga, Terdakwa Divonis Hukuman Mati

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo menjatuhkan hukuman vonis hukuman mati terhadap Henry Taryatmo (41) dalam kasus pembunuhan sadis satu keluarga di Desa Duwet, Kecamatan Baki, Sukoharjo, Senin (15/2/2021). Sidang pembacaan putusan digelar selama dua jam secara virtual.

Putusan yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim, Bukhori Tampubolon dan dua majelis anggota di Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo itu, memperkuat putusan sidang pidana mati terhadap Henry Taryatmo.

Henry merupakan pelaku tunggal pembunuhan berencana terhadap empat anggota keluarga Suranto (42), istrinya Sri Handayani (36), dan dua anak masing-masing Rafael Refalino Ilham (10) serta Dinar Alvian Hafidz (5).

Menurut Majelis Hakim, berdasarkan bukti dan fakta-fakta di persidangan terdakwa terbukti secara sadis membunuh empat orang dalam satu keluarga.

"Enam saksi ditambah satu saksi ahli ahli kimia, biologi forensik dari Polda Jateng membuktikan terdakwa membunuh," ucap majelis hakim membacakan vonis.

Salah satu hal yang memberatkan terdakwa adalah membunuh empat orang hingga memutus garis keturunan korban. Hukuman mati dijatuhkan sesuai dengan pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana. 

"Berdasarkan fakta-fakta di persidangan, baik dari keterangan saksi, ahli dan bukti yang ada, majelis hakim mengambil kesimpulan dan menjatuhkan hukuman mati kepada terdakwa," kata majelis hakim membacakan vonis.

Vonis tersebut diperkuat dengan pengakuan terdakwa yang telah membunuh para korban yang tak lain adalah rekan kerjanya. Sehingga dalam persidangan itu majelis hakim memutuskan tidak ada yang meringankan dari terdakwa.

Saat ditemui di PN Sukoharjo, salah satu keluarga korban Samsiyatun (46) mengaku lega atas putusan vonis mati terhadap terdakwa.

"Kami nuntut negara mengadili seadil-adilnya, dan kami puas dengan hukuman mati, karena sudah membunuh empat anggota keluarga adik saya Suranto sampai keturunannya sudah habis," ujar kakak dari korban Suranto.

Sementara itu kuasa hukum keluarga korban Suparno dan Christiansen Aditya, mengapresiasi majelis hakim yang sudah membuktikan sehingga terungkap fakta-fakta di persidangan adanya unsur pembunuhan berencana.

"Majelis hakim juga melihat unsur pembunuhan berencana sesuai dengan Pasal 340 KUHP itu sudah terpenuhi, dan tidak ada hal yang meringankan sehingga pada hari ini majelis hakim sudah memvonis terdakwa hukuman mati," terangnya

Sebagai informasi kasus pembunuhan sadis ini terjadi pada Rabu (19/8/2020). Namun baru terungkap pada Jumat (21/8/2020). Henry sendiri ditangkap di daerah Kecamatan Baki tak jauh dari rumah korban.