Tiga Hajatan Dibubarkan, Satu Diantaranya Dikenakan Sanksi Tipiring
Peristiwa

Tiga Hajatan Dibubarkan, Satu Diantaranya Dikenakan Sanksi Tipiring

Grogol,(sukoharjo.sorot.co)--Satuan Tugas Covid-19 Kecamatan Grogol, membubarkan acara pernikahan di wilayah Kecamatan Grogol, Minggu (14/2/2021). Pembubaran dipimpin langsung oleh Camat Grogol, Bagas Windaryatno didampingi oleh Kapolsek, AKP Abipraya dan Danramil, Kapten Inf Kurniawan Jayadi dan dibackup oleh Satpol PP Sukoharjo.

Diketahui pembubaran ini sesuai dengan Surat Edaran Bupati Sukoharjo Nomor 300/040/2021 tentang segala bentuk keramaian/kerumunan massa, kegiatan pertemuan dan hajatan (nikah, sunatan, peringatan kematian/tahlilan dan sebagainya) untuk sementara waktu dilarang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Hal ini sebagai langkah antisipasi berkembangnya Covid-19.

Bagas mengatakan, ada tiga hajatan resepsi pernikahan di wilayah Kecamatan Grogol yang dibubarkan.

"Hari ini ada tiga yang kita bubarkan. Rumah Makan Jinung, Rumah Makan SFA, hajatan warga di Dukuh Moro, Desa Kadokan," katanya.

Sementara hajatan yang dilaksanakan di Rumah Makan Jinung, pengelola rumah makan mendapat tindakan tegas, yakni tindak pidana ringan. 

"Khusus yang di Jinung karena beberapa kali sudah kita peringatkan, hari ini diambil tindakan tegas untuk dikenakan sanksi Tipiring yang akan ditangani oleh Satpol PP Sukoharjo," terangnya.

Menurut Bagas, ketiga tempat ini juga tidak mengantongi izin pelaksanaan hajatan.

"Tidak ada izin dan tidak mungkin akan diizinkan," tegasnya.

Bagas menjelaskan, Pemkab Sukoharjo tidak melarang warga menggelar hajatan pernikahan. Asalkan sesuai dengan aturan yang berlaku dimana jumlah tamu undangan tidak lebih dari 30 orang, tidak menyediakan tempat duduk dan tidak ada hidangan di tempat. Namun yang terjadi warga nekat menggelar hajatan dan melanggar aturan tersebut.

Bahkan, tamu undangan melebihi 200 orang, penyelenggara hajatan juga menyediakan hidangan untuk dimakan di tempat. Beberapa tamu undangan juga kedapatan tidak memakai masker.

Padahal sesuai aturan, penyelenggaraan hajatan di Sukoharjo masih dilarang. Warga hanya diperbolehkan menggelar akad nikah dengan jumlah tamu undangan dibatasi maksimal 30 orang.

Dengan temuan ini, Bagas mengatakan Satgas Covid-19 Sukoharjo memberikan waktu selama 15 menit kepada penyelenggara untuk membubarkan hajatan. Satgas mengingatkan kepada warga untuk tidak nekat menggelar hajatan di saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro diberlakukan.