Pantauan Pelaku Usaha Kuliner, Tingkat Kepatuhan Protokol Kesehatan Masih Rendah
Peristiwa

Pantauan Pelaku Usaha Kuliner, Tingkat Kepatuhan Protokol Kesehatan Masih Rendah

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Memasuki hari ketiga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di Kabupaten Sukoharjo, belum semua warga dan pengelola fasilitas umum, baik restoran dan rumah makan mengikuti protokol kesehatan sesuai aturan.

Hasil dari pemantauan yang dilakukan tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan, Pelaksana tugas (Plt) Camat Sukoharjo, Havid Danang mengatakan, dari awal masa PPKM yakni pada Senin (11/01) lalu, tingkat kepatuhan protokol kesehatan oleh pelaku usaha di bidang kuliner masih sangat rendah.

Rendahnya kesadaran protokol kesehatan oleh pelaku usaha kuliner ini diantaranya tidak mematuhi layanan makan ditempat maksimal 25 persen dari kapasitas tempat duduk. Dimana regulasi tersebut tertuang pada Surat Edaran (SE) Bupati Sukoharjo nomor 400/061/2021 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo.

"Dari hasil giat pantauan jajaran Polsek Koramil dan Satpol, tingkat kesadaran untuk patuh terhadap protokol kesehatan terkait 25 persen kapasitas tempat duduk masih sangat rendah," kata Havid, Rabu (13/01/2021).

Sementara itu, dari pantauan di lokasi, selain pemantauan, Tim gabungan Satgas Covid-19 dari Kecamatan Sukoharjo juga mensosialisasikan tentang protokol kesehatan. Dimana petugas memberikan tanda silang di meja dengan tujuan agar pengunjung tetap jaga jarak. 

"Giat penertiban ini terus kita lakukan secara rutin, karena sejauh ini masih ditemukan belum melaksanakan protokol Covid-19 jadi kita berikan peringatan, agar menaati aturan yang ada," ucapnya.

Rendahnya angka kepatuhan protokol kesehatan ini akan memperburuk situasi pandemi dengan kenaikan jumlah kasus harian dan pasien aktif. Saat ini, di Kabupaten Sukoharjo tercatat sudah ada 3.207 kasus positif Covid-19. Jumlah tersebut meliputi 202 isolasi mandiri, 142 rawat inap, 2679 sudah dinyatakan sembuh dan selesai isolasi mandiri, dan 184 meninggal dunia.