Omzet Pelaku Usaha Diprediksi Anjlok Saat Masa PPKM
Ekonomi

Omzet Pelaku Usaha Diprediksi Anjlok Saat Masa PPKM

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Pulau Jawa dan Bali mulai berlaku pada hari ini Senin (11-25/01/2021). Meski sudah berlangsung namun hal ini masih menimbulkan pro dan kontra di masyarakat.

Karena diketahui pembatasan jam operasional usaha, work from home (WFH) hingga penundaan pelaksanaan sekolah tatap muka menjadi aturan yang ditetapkan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo selama PPKM berlangsung.

Namun tak semua pelaku usaha kuliner malam keberatan dengan pembatasan jam operasional yakni hingga pukul 19.00 WIB. Hal ini lantaran jam-jam segitu menjadi puncak kedatangan para pembeli. Sehingga dengan kondisi itu akan berdampak pada omset yang mereka dapatkan.

Salah satu pusat kuliner makanan dan minuman di Sukoharjo adalah Food Center Handayani. Pusat kuliner yang menyajikan beragam menu makanan dan minuman ini terletak di City Walk tepatnya di Jalan Jendral Sudirman, Sukoharjo.

Pengelola Food Center Handayani, Otter Kurniawan mengatakan, pusat kuliner yang baru dibuka pada awal bulan November 2020 ini mayoritas pengunjung datang pada malam hari.

"Tingkat kunjungan ke tempat kami diwaktu malam sekitar 60 persen dari kunjungan setiap harinya," katanya, Senin (11/1/2021).

Dengan pembatasan jam operasional tersebut, ia memperkirakan terjadi penurunan omset sekitar 30-40 persen perharinya. Sehingga ia mensiasati dengan memajukan jam buka nya. Dimana pada hari biasa buka pukul 10.00 WIB, dimasa PPKM ini buka pukul 09.00-19.00 WIB. 

"Terus terang omset mengalami penurunan, karena omset terbesar diwaktu malam, sedangkan malam jam operasionalnya dipotong ya anjlok sekitar 30-40 persen," ucapnya.

Namun begitu, ia tetap menghargai keputusan pemerintah agar Pandemi Covid-19 segera berakhir. Sehingga jika kurva kasus Covid-19 sudah mengalami penurunan, maka ia berharap agar status PPKM tidak diperpanjang. Mengingat jika diperpanjang, maka akan berdampak pada kelangsungan hidup pelaku usaha kuliner.