Bupati Kembali Keluarkan Surat Edaran Larangan Hajatan
Pemerintahan

Bupati Kembali Keluarkan Surat Edaran Larangan Hajatan

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Kasus Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo semakin meningkat. Berbagai langkah antisipasi sudah dilakukan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Per hari ini, Kamis (7/1/2021), Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya mengeluarkan Surat Edaran (SE) tentang Pelarangan Penyelenggaraan Hajatan. Dalam SE Bupati Nomor 300/040/2021 tersebut berisi, untuk antisipasi berkembangnya Covid-19 melalui keramaian/kerumunan massa, kegiatan pertemuan dan hajatan (nikah, sunatan, peringatan kematian/tahlilan dan sebagainya) untuk sementara waktu dilarang dilaksanakan di wilayah Kabupaten Sukoharjo.

"Untuk pelaksanaan akad nikah bila kondisi mendesak dibatasi yang hadir maksimal 30 orang dengan tetap mematuhi protokol kesehatan," ucap Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, Kamis (7/1/2021).

Kemudian warga yang akan menikahkan putra putrinya tidak boleh mengedarkan undangan/ulem, dilarang memakai sound system atau pelantang suara, dilarang menggelar hiburan serta tidak boleh memasang tarub/tratag/tenda. Untuk pelaksanaan akad nikah dibatasi maksimal 1,5 jam dimana hidangan dibagikan kepada tamu dalam bentuk nasi box untuk dibawa pulang. Larangan kegiatan hajatan tersebut berlaku mulai bulan Januari 2021 ini. 

"Pelarangan kegiatan hajatan di wilayah Sukoharjo ini berlaku mulai berlaku bulan Januari dan akan diadakan evaluasi secara berkala," kata Bupati.

Sementara itu terkait SE tersebut, seluruh camat/lurah dan kades untuk menyampaikannya pada RT/RW di wilayah masing-masing dan selanjutnya disosialisasikan pada masyarakat.

Sesuai data Satgas Penanganan Covid-19, per hari Rabu (6/1/2021) kemarin, kasus positif corona di Sukoharjo masih terus naik tiap harinya. Dimana ada kenaikan 42 kasus positif. Saat ini akumulasi kasus positif sudah mencapai 2.985 kasus, diantaranya 2.363 sembuh dan 172 orang meninggal. Saat ini masih ada 450 kasus positif aktif yang terdiri dari 284 orang isolasi mandiri dan 166 orang rawat inap di rumah sakit.