Tak Segera Dibayar, Ribuan Buruh Kembali Turun ke Jalan Lanjut ke Kantor Bupati
Peristiwa

Tak Segera Dibayar, Ribuan Buruh Kembali Turun ke Jalan Lanjut ke Kantor Bupati

Kartasura,(sukoharjo.sorot.co)--Ribuan buruh perusahaan tekstil di Desa Gumpang, Kecamatan Kartasura kembali turun ke jalan, Senin (18/5/2020). Buruh yang sebagian besar perempuan ini kembali meminta hak-haknya sebagai pekerja yang sampai saat ini tidak dipenuhi pihak perusahaan.

Dari pantauan di lapangan, sejak pagi hari mereka sudah memadati Jalan Slamet Riyadi, Kartasura. Bahkan saking banyaknya jalan sempat ditutup oleh petugas kepolisian Polres Sukoharjo.

Aksi kemudian dilanjut ke Kantor Bupati Sukoharjo. Di pendopo Graha Satya Praja (GSP), perwakilan buruh sekitar 50 orang langsung diterima oleh Bupati Sukoharjo didamping Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan Kapolres Sukoharjo.

Dalam kesempatan tersebut Aris Setiyono, Ketua Pengurus Unit Kerja Kesatuan Serikat Pekerja Nasional (KSPN) PT Tyfountex Indonesia mengatakan, setidaknya 1.100 karyawan dilakukan efisiensi dengan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) karena kondisi perusahaan yang sudah kolaps. Dimana Karyawan dijanjikan pesangon akan diangsur 30 kali.

"Tapi, dari angsuran ke-7, bahkan ada yang belum sampai angsuran ke-7 perusahaan sudah tidak mengangsur," katanya.

Lalu KSPN berkomunikasi dengan pihak managemen. Dalam komunikasi tersebut ada kesepakatan lagi, yakni ada keputusan dari yang semula 30 kali menjadi 45 kali untuk angsuran pesangon. 

"Lalu, ada masalah lagi untuk gaji bulan April, yang harusnya dibayarkan pada akhir April atau awal Mei, sampai sekarang belum bisa cair. Serikat pekerja sudah negosiasi, 13 Mei dibayarkan. Tapi tidak terbayarkan, mundur lagi dan semakin tidak jelas, katanya alasannya belum ada uang," ujarnya.

Terang saja, hal tersebut membuat rasa percaya dari karyawan terhadap perusahaan semakin memudar. Ditambah lagi, saat ini sudah mendekati lebaran.

"Gajian saja belum terima, apalagi THR," ucapnya.

Sementara itu Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya dalam kesempatan tersebut menjanjikan akan mengundang perusahaan untuk membicarakan hal itu. Pasalnya saat ini pihaknya tidak bisa memberi kepastian.

"Kami pemerintah daerah tidak bisa menentukan harus dibayar, ya tidak mampu, hanya memberikan fasilitas penghubung, dan kita akan undang dulu perusahaan, untuk membicarakan dengan perusahaan," terang Wardoyo.

Kemudian, pemerintah akan memberikan bantuan Rp 200 ribu perbulan selama 3 bulan kepada seluruh buruh yang dirumahkan. Bantuan dalam bentuk sembako seperti beras, ayam goreng dan lainnya.

"3.352 orang sesuai data. Dapat semua. Hari ini siap, paling lambat besok pagi," tandasnya.