Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Barak Dalmas Bakal Digunakan Rumah Isolasi
Peristiwa

Kasus Positif Covid-19 Terus Naik, Barak Dalmas Bakal Digunakan Rumah Isolasi

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Melonjaknya kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sukoharjo akhir-akhir ini membuat Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo menyiapkan di rumah isolasi tingkat kabupaten. Rumah isolasi tersebut yakni Barak Dalmas yang terletak di Kelurahan Mandan, Sukoharjo.

Menurut Jubir Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kabupaten Sukoharjo, dr. Yunia Wahdiyati, Barak Dalmas ini nantinya digunakan untuk orang positif virus corona yang dalam kondisi sehat dan tidak memungkinkan untuk isolasi dirumah.

"Rumah isolasi ini untuk pasien positif yang sehat, mungkin karena rumah kecil atau banyak orang jadi tidak bisa melakukan isolasi di rumahnya," ucapnya, Minggu (3/5/2020).

Barak Dalmas dengan bangunan dua lantai ini mampu menampung 24 pasien Covid-19. Yunia menyampaikan untuk lantai bawah akan disiapkan 10 kasur. Sedangkan untuk lantai atas atau lantai kedua akan disiapkan 14 kasur. 

Sementara untuk saat ini, Gugus Tugas tengah menyiapkan berbagai fasilitas penunjang di rumah isolasi tersebut. Sejumlah alat kesehatan untuk memeriksa kondisi pasien juga akan disiapkan, termasuk fasilitas yang lain.

"Kita siapkan fasilitas AC, peralatan medis, TV, wifi, evaluasi swab, dan lainnya," paparnya.

Sedangkan untuk tenaga kesehatan sendiri, akan dibagi menjadi tiga shift. Setiap shiftnya akan diisi dua paramedis dan satu sopir untuk berjaga-jaga jika dalam keadaan darurat.

"Nanti juga kita siapkan dokter spesialis, dan psikiater, karena kita juga khawatir kondisi psikologi pasien selama massa karantina nanti," imbuhnya.

Selain bagian dalam Barak Dalmas, bagian halaman juga difungsikan yakni akan didirikan posko untuk nakes, keamanan, dan penyimpanan alat kesehatan. Serta pada bagian halaman tengah akan diberikan space untuk para pasien melakukan olahraga maupun untuk berjemur.

"Nanti juga akan dipasangi CCTV, dan diawasi terus untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, saat ini sedang kita siapkan, kemungkinan minggu depan sudah bisa dioperasikan," tandasnya.