Kasus Pengusiran Tiga Perawat Berbuntut Panjang, Polisi Belum Terima Laporan
Hukum & Kriminal

Kasus Pengusiran Tiga Perawat Berbuntut Panjang, Polisi Belum Terima Laporan

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Kasus pengusiran tiga perawat RSUD Bung Karno Solo oleh pemilik kos di Desa Kwarasan, Kecamatan Grogol berbuntut panjang. Meski si pemilik kos, Siti Mutmainah sudah meminta maaf dan membantah telah melakukan pengusiran, namun Wali Kota Solo, Hadi Rudyatmo akan melaporkan peristiwa ini ke Polres Sukoharjo.

Mendapati informasi tersebut, Kasat Reskrim Polres Sukoharjo, AKP Nanung Nugroho sejauh ini belum menerima laporan tersebut.

"Tadi ada kabar mau laporan ke polres, akan tetapi belum datang, mungkin besok," bebernya.


Selain Siti yang sudah meminta maaf, Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Sukoharjo juga telah mengirimkan surat permintaan maaf atas terjadinya peristiwa itu ke Wali Kota Solo. 

Disamping itu, perwakilan dari Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Sukoharjo juga telah menemui Wali Kota Solo untuk menyampaikan permintaan maaf atas peristiwa pengusiran perawat RSUD Bung Karno. Pasalnya saat ini Siti berprofesi sebagai bidan desa di Puskesmas Grogol.

Diberitakan sebelumnya, Siti didampingi Camat Grogol, Bagas Windaryatno memberikan klarifikasi atas insiden pengusiran tiga perawat RSUD Bung Karno Solo. Siti meminta tiga perawat itu tidak tinggal lagi di tempat kost miliknya lantaran khawatir sang suami yang punya masalah kesehatan tertular virus corona.

"Mengingat kondisi kesehatan suami saya. Suami saya setiap kali ngedrop penyakitnya bisa kambuh," kata Siti di Kantor Kecamatan Grogol, Sukoharjo, Jawa Tengah, Selasa (28/4/2020).

Siti tidak bermaksud untuk mengusir tiga perawat yang tinggal di kos miliknya. Bahkan ia mengimbau ketiga perawat itu untuk pindah ke tempat lain demi keamanan bersama.