Batal Dianggarkan Pemkab, Tenaga Medis Covid-19 Bakal Terima Insentif dari Pusat
Pemerintahan

Batal Dianggarkan Pemkab, Tenaga Medis Covid-19 Bakal Terima Insentif dari Pusat

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Mulai bulan April ini, Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Kabupaten Sukoharjo menyatakan akan memberikan insentif bagi tenaga medis yang terlibat penanggaan pandemi Covid-19.

Disampaikan Kepala DKK Sukoharjo, Yunia Wahdiyati, semula dana pemberian insentif telah dianggarkan Pemerintah Kabupaten Sukoharjo sebesar Rp 870 juta. Kendati demikian, keputusan itu dibatalkan lantaran pemberian intensif ternyata ditanggung oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan RI.

Kebijakan tersebut ia ketahui setelah pihaknya bersama jajaran terkait di lingkungan Pemkab Sukoharjo mengikuti video conference dengan Menteri Keuangan beberapa waktu lalu.

"Menteri Keuangan menyampaikan jika pemberian intensif bagi tenaga kesehatan yang terlibat penanganan pasien Covid-19 akan ditanggung pusat," terang Yunia, Senin (13/4/2020).

Sementara untuk saat ini, ia mengaku masih menunggu informasi lebih lanjut dari Kemenkeu terkait pemberian insentif yang sudah diatur dalam Surat Edaran (SE) Menteri Keuangan. 

"Tenaga medis yang akan menerima insentif berjenjang mulai dokter spesialis, dokter umum, perawat, petugas laboratorium, rekam medik, pembantu umum, hingga tenaga keamanan (satpam). Totalnya sekira 780 orang," paparnya.

Seperti dikutip dari laman https://kemenkeu.go.id/covid19, insentif akan diberikan mulai bulan April hingga 6 bulan kedepan kepada seluruh tenaga medis yang terlibat dalam penanganan pandemi Covid-19.

Sedangkan besaran angkanya, untuk dokter spesialis akan mendapat insentif sebesar Rp 15 juta perbulan untuk satu dokter. Disusul dokter umum dan gigi yang akan memperoleh Rp 10 juta perbulan.

Sementara untuk bidan dan perawat mendapat insentif sebesar Rp 7,5 juta perbulan, dan tenaga medis lain sebesar Rp 5 juta perbulan.

Dalam kebijakan itu juga disampaikan, bagi tenaga medis yang meninggal dunia saat menjalankan tugas terinfeksi Covid-19 akan memperoleh santunan kematian mencapai Rp 300 juta perorang.