Hidup Miskin di Rumah Tak Layak Huni, Janda Dua Anak Butuh Uluran Tangan Dermawan
Sosial

Hidup Miskin di Rumah Tak Layak Huni, Janda Dua Anak Butuh Uluran Tangan Dermawan

Polokarto,(sukoharjo.sorot.co)--Warti, seorang janda miskin warga Dusun Wonosari, RT 02/RW 06, Desa Mranggen, Kecamatan Polokarto, hidup memprihatinkan di sebuah rumah tidak layak huni. Bersama dua orang anaknya, Angga Sri Widodo (13) dan Rico Adi Pratama (7), perempuan 41 tahun ini menjalani hari-hari di rumah yang terbuat dari kayu dan anyaman bambu berlantaikan tanah.

Genap lima tahun warti dan dua anaknya miskin ini menempati rumah yang dibangun oleh mendiang suaminya. Bahkan dinding gedhek yang sudah berlubang terpaksa ditempeli beberapa MMT (bahan spanduk). Sedangkan itu untuk membaringkan badan, mereka hanya menggunakan satu buah tikar yang digelar di dalam kamar satu-satunya dirumah itu.

Tak ada kamar mandi di rumah ini. Untuk kebutuhan mandi, mencuci dan kakus, keluarga ini masih menumpang di rumah mertuanya yang berjarak sekitar 50 meter dari rumahnya. Karena keterbatasan ekonomi, rumah ini juga terpaksa menyambung listrik dari tetangga dengan membayar Rp 20 ribu - Rp 30 ribu/bulan. Listrik digunakan untuk menyalakan dua bolam lampu dan televisi tabung 14 inchi satu-satunya hiburan untuk keluarga ini.

Sekitar lima tahun lalu suami saya membangun rumah ini, setelah membeli tanah seluas 17 x 9 Meter. Namun setelah rumahnya jadi, suami saya sakit-sakitan sampai akhirnya meninggal,” kata Warti, Minggu (3/2).

Lantaran keterbatasan ekonomi dan sepeninggal suaminya, Warti tak mampu untuk menyempurnakan rumahnya tersebut. Dengan pekerjaan sebagai buruh tani, ia merasa tidak mampu untuk merenovasi rumah peninggalan suaminya. Ia menggarap sawah orang lain dengan penghasilan yang sangat minim sekitar Rp 70 ribu saat musim panen. Bahkan untuk kebutuhan makan saja ia terkadang mengais sisa panenan di ladang orang. 

Jika tidak musim panen, ya di rumah saja. Beruntung juga ada Angga (anak sulungnya) ikut bantu kerja serabutan dan dikasih upah, lumayan bisa membantu,” imbuh Warti.

Ia juga merasa sedih karena Angga tidak melanjutkan sekolah lagi di SD Negeri 2 Mranggen karena kondisi ekonomi dan mendapatkan perlakuan berbeda dari teman-teman di sekolahnya. Lantaran merasa dijauhi teman-temannya, ia tidak mau bersekolah lagi. Sedangkan adiknya, Rico Adi Pratama, masih duduk di TK Mranggen 2.

Saya berhenti sekolah sudah satu tahun ini saat kenaikan kelas lima ke kelas enam, kalau di sekolah teman-teman tidak mau berbicara dengan saya,” ucap Angga.

Para tetangga juga tidak menutup mata, banyak juga yang membantu namun hanya sekedarnya, sedangkan kebutuhan hidup layak untuk Warti dan kedua anaknya cukup banyak. Kini sejumlah pihak juga berusaha mencarikan donatur untuk membantu merehab rumah dan supaya anaknya kembali bersekolah.