Pipa Limbah PT RUM Bocor, Warga Diserang Bau Tak Sedap dan Gatal-gatal
Peristiwa

Pipa Limbah PT RUM Bocor, Warga Diserang Bau Tak Sedap dan Gatal-gatal

Nguter,(sukoharjo.sorot.co)--Sejak Senin (7/1) malam, pipa pembuangan limbah milik PT Rayon Utama Makmur (RUM) lepas dari sambungan. Akibatnya, air limbah bocor dan tercampur dengan air di saluran irigasi untuk mengaliri sawah di sekitar Desa Gupit, Kecamatan Nguter.

Menurut Pembina Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) Ari Suwarno, warga sekitar mencium bau yang tidak sedap dan merasakan gatal-gatal setelah terkena air tersebut.

"Pertama yang melihat pipa ini putus adalah saudara Herman, yang rumahnya tidak jauh dari patahnya pipa limbah itu pada Senin malam," ucap Ari, dihubungi Sabtu (12/1/2019).

Melihat pipa yang sudah patah tersebut, Herman segera mengambil gambar dan melaporkannya ke MPL melalui via Group Whatsapp. Keesokan harinya, tim MPL yang dipimpin Ari meninjau lokasi dan melaporkan hal itu kepada Camat Nguter, Polsek Nguter, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Tengah. 

"Setelah kami lapori, DHL Provinsi lalu mengambil sempel air yang sudah tercemar limbah tersebut," imbuh Ari.

Hasil dari penelitian sempel air limbah tersebut baru keluar 14 hari kemudian. Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindakan perbaikan yang di lakukan oleh PT RUM.

"Hanya ada pipa yang ditali saja, tapi belum disambung kembali," terangnya.

Diduga kuat pipa tersebut patah lantaran tidak kuat menahan derasnya arus air saat hujan deras. Pipa dengan panjang sekitar dua kilometer ini terhubung dari PT RUM hingga ke aliran Sungai Bengawan Solo yang berada di Desa Nguter.

Menurut petani sekitar lokasi, Satinem, ia mengaku dirinya merasakan gatal-gatal setelah terkena air yang tercampur limbah tersebut.

"Saya mencuci cangkul di sungai itu, tapi saya malah gatal-gatal," kata Satinem.