Sebelum Suaminya Tewas, Patmi Sempat Ditelepon
Hukum & Kriminal

Sebelum Suaminya Tewas, Patmi Sempat Ditelepon

Weru,(sukoharjo.sorot.co)--Pasca peristiwa kasus dugaan pembunuhan juragan jenang asal Dusun Pungsari, Desa Jatingarang, Kecamatan Weru, Polres Sukoharjo terus melakukan pemeriksaan untuk mengungkap motif dan kronologi kejadian.

Saat ini pihak kepolisian telah menetapkan tiga saksi dalam kasus ini yakni Suyanti, wanita yang bersama korban Mujiman yang merupakan saksi utama, istri Mujiman Patmi, dan saksi Didik yang menolong Suyanti sesaat keluar dari mobil Mujiman. Saat ditemui di rumahnya, istri Mujiman menceritakan kejadian yang ia ketahui sebelum kejadian.

"Suami saya pagi itu Rabu (02/1/2019) mengantar saya ke Pasar, lalu sekitar jam 08.00 WIB suami saya menjemput Suyanti di daerah Semin," katanya, Jumat (11/01/2019).

Setelah itu Patmi mengirimkan pesan singkat kepada suaminya untuk menyelesaikan hutang piutangnya kepada Suyanti. Saat itu suaminya sempat menelepon Patmi dua kali. Yang pertama meminta untuk dikirimkan pulsa dan yang kedua meminta diteleponkan montir. 

"Suami saya sempat telepon saya sekitar jam 11.00 WIB, meminta ditelponkan montir karena mobilnya mogok di daerah Semin," imbuhnya.

Waktu itu montir yang di telepon Patmi tidak bisa datang karena sedang sibuk, akhirnya Mujiman memperbaiki mobilnya sendiri. Lantaran mobil suaminya mogok itu, Mujiman tidak bisa menjemput Patmi di pasar.

"Saya tidak berpikir gimana-gimana. Mungkin suami saya masih sibuk, jadi waktu itu saya pulang sendiri naik ojek dari pasar," paparnya.

Sesampainya di rumah, pada sore hari Patmi diberi tau tetangganya jika suaminya sudah meninggal di Jalan Raya Watukelir - Sukoharjo. Setelah mendapatkan kabar seputar meninggalnya suaminya, ia langsung syok dan tidak mengingat lagi kejadian setelah itu.

"Saya habis dari pasar baru mempersiapkan dagangan, tahu-tahu tetangga memberitau saya suami saya dibunuh. Saya tidak ingat siapa yang mengantar saya ke lokasi," ucap Patmi.

Disinggung terkait hutang-piutang, istri Mujiman membenarkan adanya persoalan hutang-piutang antara Mujiman dengan Suyanti. Uang tersebut diketahui digunakan Mujiman untuk membantu temannya yang ingin membayar mobil.

"Senin (31/12/2018) pagi suami saya meminjam uang kepada Suyanti sebesar Rp 12 juta untuk membantu temannya, namun saya tidak tahu siapa temannya itu. Soalnya suami saya orangnya tertutup jika menyangkut masalah pribadi," imbuhnya.

Diketahui Suyanti merupakan pedagang pasar di daerah Semin yang juga sering meminjamkan uang kepada orang-orang dengan bunga. Setelah itu pada hari Selasa (01/01/2019), Suyanti menagih uang tersebut dengan alasan untuk membayar tanah.

"Awalnya Suyanti telepon saya, lalu sempat datang ke rumah untuk menagih," kata Patmi.

Karena dorongan sang istri untuk segera menyelesaikan masalah hutangnya dengan Suyanti, Mujiman mencoba mencari temannya untuk menyelesaikan masalah uang tersebut.

"Sekitar jam 23.00 WIB suami saya pulang dan bilang kepada saya katanya besok aja," paparnya.

Patmi mengatakan pada hari Rabu (03/01/2019) pukul 04.30 WIB, Suyanti menelepon suaminya lagi. Karena waktu itu suaminya masih dikamar mandi. Alhasil Patmi yang mengangkat telepon tersebut dan Suyanti kembali menanyakan uang itu.

Lantaran merasa tidak nyaman, Patmi sempat berpesan kepada suaminya untuk segera menyelesaikan masalah utang piutangnya dengan Suyanti. Patmi juga tidak menyangka jika kepergian suaminya dengan Suyanti untuk menyelesaikan masalah hutang-piutang justru berujung maut suaminya. Mujiman meninggalkan seorang istri dan empat orang anak.