Targetkan Kelar di 2019, Belasan Ribu Bidang Tanah di Sukoharjo Belum Bersertifikat
Peristiwa

Targetkan Kelar di 2019, Belasan Ribu Bidang Tanah di Sukoharjo Belum Bersertifikat

Grogol,(sukoharjo.sorot.co)--Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukoharjo, Dwi Purnama, mengungkapkan, sebanyak 16 ribu bidang tanah yang tersebar di 167 Desa atau Kelurahan di Kabupaten Sukoharjo belum bersertifikat. Pihak BPN menargetkan tahun 2019 seluruh tanah tersebut dapat tersertifikasi.

Di Kabupaten Sukoharjo terdapat 12 Kecamatan dan 167 Desa tanah yang belum terdaftar atau belum bersertifikat tinggal 16 ribu, itu sekitar 3,8 % dari keseluruhan jumlah bidang,” ungkapnya, dalam Focus Group Discussion Evaluasi Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) dan persiapan 2019 Sukoharjo Lengkap di Hotel Brother Solo Baru, Kamis (27/12).

Ia menjelaskan, jumlah bidang tanah keseluruhan di wilayah Sukoharjo mencapai 488.700 bidang dan hanya sekitar 475 ribu yang sudah bersertifikat. Pada tahun 2018 dilaporkan ada 2.850 PTSL dengan biaya dari APBD, dan 4.138 PTSL dari biaya APBN dengan 17.710 pemetaan bidang. Sedangkan untuk pendanaan tahun 2019 akan dibagi 8.000 bidang dari APBD dan 8.000 bidang dari APBN. 

Bupati Sukoharjo Wardoyo Wijaya menyatakan dukungannya atas program PTSL, baik dukungan kebijakan dan menggerakkan kepala desa dan lurah untuk pro aktif juga dukungan dana. Dirinya meminta kepada para lurah dan camat untuk bekerja sama menggerakkan warga untuk untuk proaktif jika tanahnya belum bersertifikat.

Pemkab Sukoharjo siap mendukung penuh. Target kita 2020 Sukoharjo lengkap bebas Letter C. Mungkin kabupaten Sukoharjo menjadi kabupaten pertama di Indonesia,” ujarnya.

Meski persertifikasian tanah dibiayai oleh APBN dan APBD, namun warga masih menyiapkan biaya patok, materai, jual beli dan pajak senilai sekitar Rp 150 ribu per bidang.