Sewakan Tanah Kas Desa untuk Pabrik, Kades Sanggrahan Dilaporkan ke Kejari
Hukum & Kriminal

Sewakan Tanah Kas Desa untuk Pabrik, Kades Sanggrahan Dilaporkan ke Kejari

Grogol,(sukoharjo.sorot.co)--Komunitas Masyarakat Peduli Desa (KMPD) Desa Sanggrahan, Kecamatan Grogol, melaporkan Kepala Desa (Kades) Sanggrahan ke Kejaksaan Negeri Sukoharjo. Kades dilaporkan atas dugaan penyelewengan jabatan dengan menyewakan tanah kas desa untuk didirikan pabrik.

Sutarman Kades Sanggrahan Kecamatan Grogol dilaporkan KMPD ke Kejaksaan Negeri Sukoharjo pada tanggal 23 Oktober 2018. Informasi yang berhasil dihimpun, Sutarman menyewakan tanah kas desa yang berlokasi tepat di sebelah timur PT Konimex di Jalan Sanggrahan, Manang, Kecamatan Grogol.

Dikatakan Ketua KMPD Sanggrahan, Sri Waluyo, tanah kas desa yang bermasalah tersebut digunakan untuk mendirikan pabrik. Namun ironisnya, pabrik yang berdiri ini diketahui tidak memiliki ijin bahkan menutupi akses jalan desa.

"Kami sudah mengikuti mediasi beberapa kali, namun tidak ada titik temu. Sampai akhirnya kami lapor ke Kejaksaan Negeri Sukoharjo. Kami ingin minta masalah ini diproses secara hukum," kata Sri Waluyo saat ditemui di lokasi tanah kas desa, Kamis (6/12/2018).

Menurut Sri Waluyo, kasus ini bermula pada tahun 2017, dimana Kades menyewakan tanah kas desa Patok 50 C.366 luas 3940 m2 kepada Haji Abdul Basir, dengan masa sewa 2 tahun. Dalam perjanjian tersebut tidak tertulis nilai sewa, hanya saja ditulis disewa untuk tidak diberi bangunan dan akhir masa sewa akan dikembalikan sesuai fungsi semula. 

"Tapi ternyata malah didirikan bangunan PT Bartech. Saat mulai pendirian pabrik, warga sudah mempertanyakan ke pihak desa namun tidak mendapat jawaban," imbuhnya.

Bahkan semua perangkat desa mengaku tidak tahu menahu, karena semuanya ditangani oleh Sutarman. Bahkan warga sekitar juga mengaku tidak mendapat pemberitahuan bahwa tanah akan digunakan untuk pabrik.

Pada 29 Nopember 2018 lalu, pihak Kejari Sukoharjo sudah melakukan cek ke lokasi dan akan melakukan cek kembali apakah memang bangunan belum berijin atau sudah. Tidak hanya itu, Kejari juga memastikan laporan warga mengenai penutupan akses jalan.

Sementara itu, warga Dukuh Mantung RT 1/13 Sanggrahan, Yusuf mengatakan, ia mendapatkan informasi kalau pabrik tersebut mempunyai masa sewa dua tahun hanya di perjanjian awal dan akan terus dilakukan perpanjangan, sehingga membuat warga semakin khawatir.

"Kami hanya tidak ingin ada kecurangan dalam penggunaan tanah kas desa, kalau memang disewa nilainya harus jelas dan uangnya masuk ke kas desa, termasuk bangunan di atasnya juga harus sah memiliki ijin lengkap," kata Yusuf.