Diduga Selewengkan Dana Desa, Pak Kades Dilaporkan ke Polda
Hukum & Kriminal

Diduga Selewengkan Dana Desa, Pak Kades Dilaporkan ke Polda

Weru,(sukoharjo.sorot.co)--Gerakan Anti Korupsi Independen (GAKI) bersama warga Desa Grogol, Kecamatan Weru melaporkan kepala desanya yang berinisial HPS ke Polda Jawa Tengah. Isi laporan tersebut terkait dugaan penyelewengan Dana Desa (DD) tahun 2018 sebesar Rp 250 juta.

Rencana Anggaran Belanja (RAB) tahun 2018 tersebut rencananya akan digunakan sebagai pembangunan Gedung Serba Guna yang lokasinya tepat di samping Balai Desa Grogol, Kecamatan Weru. Padahal jika dilihat dari fisiknya, gedung tersebut sudah berdiri sejak tahun 2017 silam.

"Gedung sudah berdiri, tapi masih mengajukan anggaran," papar Joko Santoso, salah satu warga RT 01/RW 01 Dukuh Grogol, Desa Grogol, Kecamatan Weru, Jumat (09/11/2018).

Bersama dengan GAKI, warga melaporkan hal tersebut ke Polda Jawa Tengah pada tanggal 27 September 2018 lalu. Menurut Ketua Dewan Pimpinan Nasional (DPN) GAKI, Didik Rudiyanto, penyelewengan DD ini tidak sesuai dengan Permendagri Nomor 113 Tahun 2014. 

"Kita menduga telah terjadi penyelewengan dana desa, dimana Pemerintah Desa Grogol kembali mengalokasikan anggaran sebesar Rp 250 juta yang digunakan untuk pembangunan Gedung Serba Guna. Kita menduga ada double anggaran dalam pembangunan gedung itu, dan harus diusut, bisa jadi SPJ-nya fiktif," ucap Didik.

Terpisah, Sekretaris Desa Grogol, Aan Zaini Musthafa ketika dikonfirmasi menyatakan tidak ada penyimpangan pembangunan di desanya. Ia mengaku belum begitu paham terkait dana desa tahun 2017, pasalnya pihaknya baru dilantik menjadi Sekdes pada tahun itu juga. Dia mengatakan, untuk tahun 2018 memang ada anggaran pembangunan Gedung Serba Guna. Namun, alokasi anggaran tersebut untuk penyempurnaan gedung.

"Iya memang ada anggaran untuk penyempurnaan gedung dan dana itu tidak untuk membayar hutang. Anggaran senilai Rp250 juta ditangani oleh pihak ketiga," kata Sekdes Grogol.