Cegah Kekerasan Terhadap Anak, PKK Kabupaten Gerakkan Ratusan Kader
Sosial

Cegah Kekerasan Terhadap Anak, PKK Kabupaten Gerakkan Ratusan Kader

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Dalam rangka mencegah terjadinya kekerasan terhadap anak, Dinas Pengendalian Penduduk, KB Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) Kabupaten Sukoharjo menggelar sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap, Kamis (08/11/2018).

Sebanyak 100 orang dari kader PPK di tingkat kecamatan, kelurahan dan desa binaan memenuhi Gedung Darma Bhakti Wijaya Sukoharjo untuk mengikuti sosialisasi. Dikatakan Kepala DPPKBP3A Kabupaten Sukoharjo, Proboningsih Dwi Danarti, tujuan diadakan sosialisasi tersebut yakni untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tentang pencegahan penanggulangan terjadinya kekerasan terhadap anak.

"Semoga dengan sosialisasi ini ibu-ibu PKK bisa memahami dan yang terpenting mampu mencegah tindak kekerasan terhadap anak," paparnya.

Dengan menghadiran beberepa narasumber diantaanya Ketua Tim Peggerak PKK Kabupaten Sukoharjo yakni istri dari Bupati Sukoharjo Nyonya Etty Wardoyo Wijaya dan penyuluh BNK Agus Widanarko. Pada kesempatan itu, istri Bupati Sukoharjo sangat mengapresiasi kepada semua peserta lantaran sudah mengikuti kegiatan tersebut. Dimana sosialisasi ini mempunyai tiga faktor yang mempengaruhi tindak kekerasan pada anak, yakni faktor kegagalan rumah tangga (broken home), faktor kurang siapnya pasangan saat menikah dan terakhir faktor ekonomi yang tidak stabil. 

"Kegiatan ini memiliki arti penting, mengingat anak adalah anugrah yang berhak dilindungi dan didampingi dalam keadaan apapun. Oleh karena itu sebagai orang tua wajib memberikan kepada anak hal yang terbaik, agar anak hebat dan cerdas. Sebab tanpa disadari, banyak kekerasan terhadap anak terjadi di lingkungan sendiri," terang Etty.

Tidak lupa, pihaknya juga mengingatkan kepada semua peserta yang hadir untuk membagikan ilmu tersebut kepada masyarakat luas. Dimana hal itu dapat mengurangi bahkan untuk menghindari segala bentuk gangguan atau ancaman kekerasan yang dapat dialami oleh anak-anak.

"Anak-anak mempunyai hak, yakni hak bebas dari ancaman dan hak untuk tumbuh berkembang sesuai dengan bakat yang dimiliki serta kemampuannya dapat terpenuhi," pungkas Etty.