Organisasi Pangan PBB Mengintip Budidaya Minapadi di Sukoharjo
Ekonomi

Organisasi Pangan PBB Mengintip Budidaya Minapadi di Sukoharjo

Gatak,(sukoharjo.sorot.co)--Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) RI telah mengenalkan sistem budidaya minapadi yang dikembangkan petani di Indonesia ke sejumlah negara di lima benua. Hasilnya, tempat budidaya minapadi di Desa Geneng, Kecamatan Gatak, mendapat kunjungan lapangan dari Permanent Representatives Food And Agriculture Organization (FAO), Kamis (01/11).

Melalui FAO yangmerupakan lembaga pangan dan pertanian di bawah Persatuan Bangsa Bangsa (PBB), sistem pertanian yang menggabungkan antara pertanian dengan perikanan ini dapat lebih dikenal di banyak negara di dunia.

Direktur Produksi dan Usaha Budidaya, Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Umi Windriani, mengatakan, alasan minapadi menjadi kegiatan unggulan karena petani dapat mengelolanya dengan mudah dan menghasilkan padi organik lantaran pada saat proses produksi tidak menggunakan pestisida.

Selain itu, budidaya minapagi juga dapat memberikan pendapatan oleh petani hingga 40% dan tidak terlalu banyak menggunakan pupuk. Sehingga program minapadi ini dapat menjadi percontohan internasional dimana telah memposisikan Indonesia sebagai salah satu rujukan FAO di level Asia Pasifik bahkan sudah dikenalkan ke lima benua sekaligus.

"Dalam satu hektar minapadi, petani mampu menghasilkan satu ton ikan, sementara panen padi sebanyak 8-10 ton yang awalnya panen hanya 6-7 ton," paparnya.

Sementara itu FAO Representative yang ada di Indonesia Stephen Rudgard mengatakan, FAO sangat mengapresiasi pengembangan minapadi yang berlangsung di Kebupaten Sukoharjo. Meskipun baru pertama kali dilakukan, akan tetapi minapadi mampu memberikan hasil yang memuaskan. 

"Perwakilan delegasi yang hadir saat ini, diharapkan dapat menyampaikan keberhasilan minapadi di Indonesia yang keseluruhannya terdapat 193 negara anggota FAO, sehingga minapadi dapat disebarkan di seluruh dunia," ucap Stephen.

Rombongan langsung diterima oleh Bupati Sukoharjo dan Muspida, Direktur Produksi dan Usaha DJPB-KKP juga perwakilan petani minapadi Desa Geneng, Kecamatan Gatak. Dalam kesempatan itu, turut hadir Perwakilan FAO Indonesia, Permanent Representative FAO sebanyak delapan orang yang berasal dari delapan negara. Diantaranya Nigeria, Algeria, Thailand, Norway, Chile, Jordan, United States Mission dan Australia yang mewakili lima benua yaitu Afrika, Asia, Eropa, Amerika dan Australia.

Pada kesempatan tersebut FAO beserta seluruh rombongan berkesempatan melakukan panen padi dan ikan yang digarap oleh kelompok tani Geneng Sari II Desa Geneng.

"Dengan adanya sistem minapadi ini dapat memberikan beberapa keuntungan, diantaranya penyiangan rumput berkurang, penggunaan pupuk menurun 50%, biaya pestisida tidak ada, panen ikan dapat 2 ton/ha dan panen padi meningkat dari 6,6 ton menjadi 9 ton/ha," ungkap Sahir, Ketua Kelompok Tani Geneng Sari II.