Sadis, Pelaku Pembunuhan ABG Gunakan Balok Kayu untuk Memukul Korban
Hukum & Kriminal

Sadis, Pelaku Pembunuhan ABG Gunakan Balok Kayu untuk Memukul Korban

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Jajaran Polres Sukoharjo akhirnya berhasil mengungkap motif dan kronologis penganiayaan yang dilakukan AI (17) hingga menewaskan Retno Ayu Wulandari, gadis 14 tahun, pada Jumat 19 Oktober 2018 lalu. Korban diketahui merupakan warga Rusunawa Begalon RT 08 RW 03 Kelurahan Panularan, Kecamatan Laweyan, Surakarta.

Kasatreskrim Polres Sukoharjo AKP Rifeld Constantien Baba mengatakan, dari sembilan saksi yang diperiksa, satu sudah ditetapkan sebagai tersangka yakni IA, warga Gentan RT 02 RW 03 Desa Gentan, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo.

Kronologi kejadian berawal pada Kamis 18 Oktober 2018 sore, korban diajak pergi oleh pelaku IA ke rumah temannya yang berada di Gatak. Dilokasi tersebut mereka bertemu dengan beberapa saksi lainnya untuk melakukan pesta miras. Saat itu korban dipaksa minum miras, namun korban menolaknya dan meminta untuk diantar pulang.

Sekitar pukul 22.00 WIB IA dan korban berpindah lokasi di dekat penggilingan padi. Di tempat tersebut, pelaku merayu korban dan mengajak berhubungan intim tapi korban menolak. Mendapat penolakan, pelaku kemudian pura-pura ingin mengantar pulang korban menggunakan sepeda motor Honda Beat AD 2273 ALB. Namun, lagi-lagi pelaku memaksa korban untuk diajak bersetubuh, namun korban tetap menolaknya dan hal itu membuat kesal si pelaku.

"Saat ia kesal, pelaku sempat memukul korban dengan ranting, lalu korban berlari dan dikejar, akhirnya pelaku kembali memukul kepala korban menggunakan balok kayu besar sebanyak 3 kali hingga korban luka parah dan sudah tidak merespon lagi," papar Kasatreskrim, Sabtu (27/10).

Uniknya sebelum polisi mengungkap kasus tersebut, pelaku sempat membuat skenario bahwa korban adalah korban kecelakaan. Hal itu ia lakukan dengan cara melempar korban ke area persawahan, hingga tubuh korban dipenuhi oleh lumpur. 

"Selang 5 menit kemudian, pelaku mengangkat korban dan memboncengkan korban ke motornya dengan posisi korban di belakang dan tangan korban dirangkulkan ke badan pelaku agar tidak jatuh, namun berjalan 4 meter ke arah selatan korban terjatuh dari motor. Karena pelaku panik korban ditinggalkan ke pinggir jalan," jelas Kasatreskrim.

Di situ pelaku menghubungi teman-temannya yang masih melakukan pesta miras. Bersama temannya pelaku mengantar korban ke Rumah Sakit dr Oen Solo Baru, dan mengatakan ke petugas medis bahwa korban mengalami kecelakaan tunggal.

Lantaran ada kejanggalan terkait keterangan yang diberikan oleh pelaku, akhirnya petugas Polres Sukoharjo melakukan penyelidikan dan mengungkap bahwa peristiwa itu murni penganiayaan. Dalam penyelidikan tersebut juga terdapat sembilan orang yang dimintai keterangan, termasuk pelaku dan keluarga korban.

"Dalam penyelidikan, pelaku mengaku bahwa tindakan tersebut murni perbuatannya. Karena pelaku masih termasuk anak di bawah umur, kita anggap bukan tersangka tapi anak yang sedang berkasus dengan hukum," imbuhnya.

Diketahui, IA merupakan anak yang pernah berurusan dengan hukum alias residivis di wilayah Surakarta. Saat ini pelaku dijerat dengan Pasal 80 ayat (3) Yo Pasal 76C UU RI No 35/2014 tentang Perubahan UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun atau denda 3 miliar rupiah.