Tingkatkan Jaminan Kesehatan, DPRD dan Pemkab Sukoharjo Belajar di Pemkot Samarinda
Pemerintahan

Tingkatkan Jaminan Kesehatan, DPRD dan Pemkab Sukoharjo Belajar di Pemkot Samarinda

Samarinda,(sukoharjo.sorot.co)--Komisi 1 dan 4 DPRD Kabupaten Sukoharjo melakukan kunjungan ke Pemkot Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim), Rabu (10/10). Dalam kunjungan kali ini, rombongan dari Sukoharjo menanyakan terkait Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehatan semesta.

Rombongan diterima oleh Staf Ahli Walikota Bidang Pemerintahan Sucipto Wasis dan jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Rumah Dinas Walikota. Asisten ll Sukoharjo Widodo menanyakan mengenai UHC, lantaran di Sukoharjo sendiri saat ini baru mencapai sekitar 82%. Hal tersebut dikonfirmasikan apakah Kota Samarinda terkait program UHC tersebut.

"Permasalahan UHC di Samarinda hampir sama dengan di Sukoharjo yang baru mencapai 82,9%. Kami terus lakukan koordinasi dengan Kejaksaan bertujuan memanggil perusahaan-perusahaan untuk berkonstribusi dengan UHC," jawab Kepala Dinas Kesehatan Kota Samarinda Rustam.

Dilanjutkan Rustam, kuota untuk Samarinda sebanyak 30 ribu jiwa untuk UHC dengan kepesertaan saat ini mencapai 29 ribu. Menurut pendapat Rustam, per 1 Januari 2019 nanti minimal harus tercapai 95%. Pemkot Samarinda sendiri juga sudah diingatkan oleh BPJS agar bisa segera mencapai UHC tersebut. 

Disisi lain mengenai pengelolaan rumah sakit pasca adanya kebijakan sistem rujukan dari BPJS, Rustam mengaku bagi Pemkot Samarinda tidak terlalu menjadi masalah karena tidak memiliki rumah sakit tipe B.

"Kebijakan sistem rujukan BPJS baru akan berpengaruh untuk rumah sakit tipe B. Yang jelas, soal kebijakan BPJS tersebut menjadi masalah nasional," imbuh Rustam.

Sementara terkait Program Laboratorium Inovasi (Labonasi) Kabag Organisasi Pemkot Samarinda Siami Misnam menyampaikan, program itu merupakan komitmen Walikota untuk meningkatkan kinerja OPD. Program tersebut juga telah mendapatkan apresiasi dari Lembaga Administrasi Negara (LAN).

"Saat program ini diluncurkan pada tahun 2016, terdapat 325 inovasi dan diapresiasi oleh LAN pasalnya Samarinda menjadi kota terbanyak yang memiliki inovasi. Saat ini semua OPD memiliki inovasi karena bagi yang tidak punya akan diberi sanksi," ucap Siami.

Dalam kesempatan kunjungan tersebut, Ketua Komisi IV DPRD Sukoharjo Wawan Pribadi menyempatkan diri mempromosikan Kabupaten Sukoharjo. Walaupun Kabupaten Sukoharjo merupakan kabupaten terkecil kedua di Jawa Tengah, namun selama ini Sukoharjo memiliki banyak potensi yakni potensi utama di bidang pertanian. Bahkan Sukoharjo juga memiliki industri besar tekstil dan obat-obatan yakni PT Sri Rejeki Isman (Sritex) dan PT Konimex.