Siswa SMP di Sukoharjo Sumbang Seragam Sekolah untuk Korban Gempa Sulteng
Pendidikan

Siswa SMP di Sukoharjo Sumbang Seragam Sekolah untuk Korban Gempa Sulteng

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Sukoharjo menggelar sosialisasi bahaya narkoba untuk siswa SMP di Kantor Disidikbud, Kamis (04/10/2018). Kegiatan sosilisasi sendiri digelar selama empat hari, mulai 2 sampai 5 Oktober dengan diikuti 1.800 siswa dibagi tiap rayon.

"Kegiatan sosialisasi bahaya narkoba untuk siswa SMP ini rutin digelar setiap tahun. Pada tahun 2018 ini terdapat 1.800 siswa yang dimana sosialisasi dilakukan per rayon selama empat hari," terang Kabid Pembinaan SMP Disdikbud Sukoharjo Dwi Atmojo Heri.

Dilanjutkan Heri, dengan sosialisasi tersebut diharapkan generasi penerus utamanya pelajar akan terhindar dari narkoba dengan mengetahui dan memahami bahayanya. Kegiatan sosialisasi ini sendiri menggandeng Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sukoharjo. 

Di sela kegiatan sosialisasi tersebut juga dilaksanakan doa bersama dan penyaluran bantuan untuk korban bencana gempa di Sulawesi Tengah.

"Pada sela-sela sosialisasi juga ada kegiatan doa bersama dan penyaluran bantuan untuk korban gempa, yang dimana nantinya bantuan akan disalurkan oleh BNK dengan bekerjasama dengan PMI Sukoharjo," ujar Heri.

Diketahui bantuan yang diberikan siswa tersebut tidak hanya berupa uang saja, tetapi juga berwujud seragam sekolah yang kondisinya masih layak juga terdapat barang-barang lainnya. Dengan bantuan dari para siswa SMP ini diharapkan dapat meringankan beban para korban bencana gempa di Palu, Sigi, dan Donggala, Sulteng.

Sementara Penyuluh BNK Sukoharjo Agus Widanarko mengatakan, saat ini BNK Sukoharjo sudah dua hari membuka posko bantuan untuk korban gempa Sulteng. Dimana rencananya posko tersebut akan dibuka selama lima hari. Dengan pembukaan posko tersebut, BNK menerima penyaluran bantuan dari berbagai elemen masyarakat di Sukoharjo.

"Khusus untuk kegiatan bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan ini, bantuan diberikan oleh para siswa yang menyisihkan seragam OSIS yang masih bagus, dan terkumpul hingga 124 kardus," terang Danar.