Limbah Kembali Cemari Lingkungan, Warga Geruduk Pabrik PT RUM
Politik

Limbah Kembali Cemari Lingkungan, Warga Geruduk Pabrik PT RUM

Nguter,(sukoharjo.sorot.co)--Ratusan warga terdampak limbah produksi di PT Rayon Utama Makmur (RUM) kembali menggeruduk lokasi pabrik, Selasa (02/09). Warga menuntut perusahaan tekstil tersebut menutup proses produksi karena masih limbah udara dan cari telah mencemari lingkungan di sekitar pabrik.

Selain berorasi, warga juga membawa kemudian memasang sejumlah spanduk di halaman depan PT RUM, Desa Plesan, Kecamatan Nguter. Spanduk-spanduk itu bertuliskan ‘Disegel Rakyat, PT RUM Disegel’, ‘5 Keadilan Sosial Buat Siapa?’, ‘Rest Area Pengungsi #tutup PT RUM dan Kami Tidak Butuh Belas Kasihan dan Kata Mutiara dari PT RUM yang Kami Butuhkan Hentikan Pencemaran Lingkungan dan Tutup PT RUM’.

Kami menilai tulisan itu ekspresi kejengkelan dari warga karena bau limbah PT RUM kembali menggangu warga khususnya sekitar pabrik. Kami hanya ingin udara bersih tanpa adanya bau yang menyengat lagi,” kata Ari Suwarno, Pembina Masyarakat Peduli Lingkungan Sukoharjo.

Ditambahkan Ari, jika masih menimbulkan bau, pihak pabrik diminta untuk berhenti beroperasional dan segera memperbaiki pengolahan limbah lalu di uji coba kembali. Namun jika saat uji coba masih muncul bau yang tidak sedap, proses produksi dihentikan kembali, dan memperbaiki lagi hingga tidak bermunculannya bau tersebut. 

Dari pantauan di lokasi, pihak perwakilan warga melakukan pertemuan dengan pihak PT RUM, para kepala desa dan Muspika Kecamatan Nguter. Dalam pertemuan tersebut dicapai tiga poin kesepakatan, yakni pertama warga menghendaki agar PT RUM mentaati surat dari Bupati Sukoharjo nomor 660.1/4079/IX/2018 tanggal 28 September 2018, untuk menghentikan trial produksi.

Kedua, Pihak PT RUM harus menghormati surat Bupati Sukoharjo tetapi belum bisa menghentikan trial produksi karena masih perlu beberapa hari lagi untuk dilakukan evaluasi selama lima hari sejak tanggal 02-07 Oktober 2018. Ketiga, jika dalam waktu lima hari masih ada kendala terkait trial produksi akabn diadakan penghentian.

Nota kesepakatan bermaterai tersebut ditandatangni oleh Dirut PT RUM yakni Mochamad Rachmat, juga lima perwakilan warga, Camat Nguter Sumarno, Danramil Nguter Kapten (Arm) Bahrun, dan Kapolsek Nguter AKP Banuari.

Dirut PT RUM, Mochamad Rachmat, menjelaskan, trial tersebut sudah dimintakan izin kepada Bupati. Menurutnya, penyebab bau itu karena masih ditemukannya pipa yang kondisinya bocor namun pihak pabrik sampai saat ini masih memperbaiki.

Saat uji coba banyak alat trouble. Jika mesin tidak jalan tidak bisa diketahui di mana kerusakan,” papar Rachmat.

Sementara sekretaris PT RUM, Bintoro Dibyoseputro mengatakan, pihaknya telah menemukan sumber uapan udara yang tidak tersedot ke pengurai udara wet scrubber. Sehingga butuh waktu dua hari untuk mengatasi masalah tersebut.

PT RUM terus berbenah tanpa henti agar bau hilang,” tutup Bintoro.