Gelar Deklarasi Damai, Bawaslu Ingatkan Parpol Hindari Potensi Konflik
Politik

Gelar Deklarasi Damai, Bawaslu Ingatkan Parpol Hindari Potensi Konflik

Grogol,(sukoharjo.sorot.co)--Dalam upaya menciptakan situasi aman, damai dan sejuk dalam pelaksanaan pemilu 2019 Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sukoharjo menggelar Deklarasi Pemilu Damai di Hotel Brothers Grogol, Senin (01/09/2018).

Deklarasi Pemilu Damai yang dilaksanakan dalam rangka membangun komitmen bersama dan mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mensukseskan Pemilu Anggaota DPR DPD dan DPRD serta Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden pada Tahun 2019.

Ketua Bawaslu Sukoharjo, Bambang Muryanto, mengingatkan kepada seluruh Partai Politik (Parpol) agar menghindari potensi konflik dengan tidak melakukan politisasi suku, agama, ras dan politik identitas selama berkampanye.

"Pada masa kampanye pemilu 2019, sangatlah tepat dilakukan deklarasi damai, karena deklarasi damai ini merupakan pelaksanaan program Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Provinsi Jawa Tengah, dan diharapkan masyarakat ikut berperan menjadi pengawas partisipasif agar selama penyelenggaraan pileg dan pilpres 2019 agar berjalan adil dan bermartabat," papar Bambang.

Menurut Bambang, sikap bersama yang dituangkan dalam naskah ikrar pemilu damai tersebut mengandung makna bukan hanya sekedar formalitas dan seremonial belaka. Namiun, jauh memiliki makna yakni mempertegas sikap masyakarat dan peserta pemilu 2019. Ia berharap, semua masyarakat untuk ikut menciptakan iklim yang kondusif bagi keseluruhan proses pemilu 2019 yang akan mendatang. 

Sementara Wakil Bupati Sukoharjo Purwadi mengungkapkan, pihaknya menyambut baik atas diselenggarakannya deklarasi pemilu damai ini. Bahkan ia mendukung penuh selama berlangsungnya masa kampanye jika ada pelanggaran harus bertindak tegas.

"Jika anak saya nyaleg dan kebetulan melanggar aturan kampanye, maka Bawaslu jangan segan untuk menertibkan. Begitu pula dengan saya kalau mau kampanye harus cuti agar tidak melanggar aturan," terang Wakil Bupati.

Wakapolsek Sukoharjo Kompol Ifan Hariyat yang mewakili Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi menjelaskan, masyarakat harus diberikan pengertian tentang pelaporan pelanggaran kampanye untuk tidak ke kantor polisi melainkan langsung ke Bawaslu. Di Bawaslu sendiri sudah didirikan Sentra Gakkumdu (Penegakan Hukum Terpadu) dari beberapa unsur, seperti Polri, Kejaksaan dan Bawaslu.