Bawaslu: Media Massa Dituntut Independen Dalam Penyelenggaraan Pemilu
Politik

Bawaslu: Media Massa Dituntut Independen Dalam Penyelenggaraan Pemilu

Grogol,(sukoharjo.sorot.co)--Bawaslu Sukoharjo menggelar bimbingan teknis pengawasan pemilu partisipatif dengan mengundang sejumlah elemen masyarakat dan pramuka, di Hotel Tosan Solo Baru, Selasa (25/09).

Ketua Bawaslu Kabupaten Sukoharjo Bambang Muryanto, menyampaikan akan terus mendorong semua pihak untuk ikut mengawal proses Pemilu tahun 2019, sehingga dapat menciptakan pemilu yang bermartabat dan berkualitas di Kabupaten Sukoharjo.

Untuk mewujdukannya, Bawaslu Sukoharjo melibatkan sejumlah pihak mulai dari perusahaan media, Pramuka, Mahasiswa dan organisasi Keagamaan seperti Pemuda Muhammadiyah, Anshori, LDII, MTA, serta Forum Komunikasi Umat Beragama (FKUB).

Bimbingan teknis pengawasan partisipatif kepada masyarakat dan pramuka dilaksanakan dengan tujuan melibatkan masyarakat untuk mempermudah dalam mengawal proses pemilu anggota DPR, DPD dan DPRD serta pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2019,” ujar Bambang.

Dijelaskan, media massa ikut memegang peranan penting dalam proses sosialisasi dan proses politik dalam Pemilu 2019 mendatang. Selain sebagai media informatif, media juga dituntut bersikap independen dengan pemilihan diksi politik yang sejuk dan tidak memperkeruh suasana politik. 

Dikatakan Pimpinan Redaksi salah satu media lokal Jawa Tengah Suwarmin, media mempunyai tugas untuk mengedukasi masyarakat terkait proses pemilu. Sehingga dapat mendorong masyarkat terlibat aktif di dalam proses pengawasan agar tercipta pemilu yang demokratis.

Media mengambil sikap Independen terhadap semua kepentingan dan kami menyampaikan berita yang kredibel, proposional, berimbang sebagai informasi bagi masyarakat serta tidak memihak kepada kepentingan manapun,” paparnya.

Sementara itu, Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilu untuk Rakyat (JPPR) Sunanto, mengungkapkan, kapasitas dari Pengawas partisipatif saat ini mengalami peningkatan yang cukup tinggi seperti terlihat di media sosial. Ia berharap, media dan pramuka sebagai pengawas partisipatif untuk melakukan pengawasan independen juga aktif melapor jika menemukan pelanggaran kepada pengawas maupun Bawaslu.