Masih Timbulkan Polusi, Warga Minta Bupati Hentikan Uji Coba PT RUM
Sosial

Masih Timbulkan Polusi, Warga Minta Bupati Hentikan Uji Coba PT RUM

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Belum genap seminggu melakukan trial atau uji coba mesin, limbah hasil produksi di PT RUM kembali membuat resah warga di sekitar area pabrik. Menyikapi hal itu, perwakilan Masyarakat Peduli Lingkungan (MPL) menyampaikan langsung surat nota keberatan kepada Bupati Sukoharjo, Selasa (25/9).

Salah satu perwakilan MPL, Ari Suwarno, menyampaikan warga merasa sangat terganggu dengan uji coba yang dilakukan oleh pihak pabrik. Pasalnya, dalam masa uji coba tersebut, bau menyengat masih dirasakan oleh warga. Warga khawatir bau limbah tersebut akan berpengaruh buruk terhadap kesehatan warga.

Kami datang kesini untuk menyampaikan surat nota keberatan karena yang kami rasa saat ini masih berdampak. Soalnya bau menyengat masih dirasakan warga,” ungkap Ari Suwarno.

Ditambahkan Ari, bau yang dirasakan warga masih sama dengan bau sebelum pabrik berhenti produksi. Tak hanya area sekitar pabrik, bau limbah pabrik juga dirasakan warga di Desa Pengkol, Gupit, Plesan, Celep bahkan sampai ke Daerah Jumapolo, Karanganyar dan wilayah Desa Nambangan, Wonogiri. 

Akibat menghirup bau limbah yang menyengat tersebut, beberapa warga bahkan dilaporkan mengalami muntah-muntah. Meski sudah mendatangkanaklat canggih untuk mengatasi bau, namun menurut warga, uji coba yang dilakukan pihak pabrik dinilai gagal.

Sementara itu, untuk menguatkan keberatan warga tersebut, perwakilan MPL juga membawa bukti berupa puluhan ikan nila yang sudah mati yang diambil dari jembatan lama Kali Gupit. Ikan-ikan mati menjadi bukti kuat adanya limbah yang berbahaya, mengingat selama pabrik berhenti beroperasi tidak ditemukan ikan mati di sekitar Kali Gupit.

Masih banyak ikan mati yang kita temukan tadi pagi sekitar pukul 9 nan. Warga meminta Bupati Sukoharjo untuk menghentikan uji coba paling lambat dua hari kedepan,” terangnya.

Namun sayang, niat warga untuk bertemu lagsung dengan Bupati Wardoyo Wijaya tidak berhasil karena banyaknya agenda rapat orang nomor satu di Sukoharpo tersebut.