Festival Suronan Bakal Digelar, Ini Jadwalnya
Budaya

Festival Suronan Bakal Digelar, Ini Jadwalnya

Weru,(sukoharjo.sorot.co)-- Menyambut tahun baru Hijriyah 1 Muharram 1440, Santri Sunan Gunung Jati Dukuh Karangwuni, Desa Karangwuni, Kecamatan Weru, menggelar Festival Suronan. Acara yang diadakan di rumah budayawan Sri Narendra Kalaseba ini akan berlangsung selama empat hari yaitu mulai tanggal 8 sampai 11 September 2018.

Penampilan kelompok Laras Madyo PKM dari Gantiwarno, Kabupaten Klaten bakal memeriahkan acara pada Sabtu (08/09/2018) malam nanti. Mereka akan menghibur masyarakat yang hadir selama kurang lebih dua jam dengan membawakan lima buah lagu.

Kemudian di hari kedua yakni Minggu (09/09) malam, ada acara Ngopi Bareng Santri yang akan diselingi dengan hiburan stand up comedy, pembacaan puisi, dan lain-lain. Dua narasumber yang hadir, selain SNK selaku budayawan dan tokoh agama, juga ada dalang muda kondang Ki Danang Suseno dari Karanganyar.

"Ngopi Bareng Santri ini nanti acaranya dikemas santai dengan tema Santri Jaman Now yang cinta NKRI dan Berbudaya, sehingga diharapkan akan lahir santri-santri atau pemuda-pemuda yang berkarakter. Acara ini dibuka untuk umum," jelas Ketua Panitia, Ari Green, Sabtu pagi.

Dilanjutkan Ari Green, di ngopi bareng nanti, para hadirin juga bisa menyaksikan santri demo menggoreng singkong yang dicampur keju, sehingga bisa dijadikan usaha alternatif. 

Sementara untuk hari ketiga Rabu (12/09) malam, ada pengajian mapag tahun menghadirkan KH Mas’udi dari Purwodadi, yang akan dihibur dengan musik hadroh Al-Kawakib pimpinan Ahmad Nur Salim dari Sidomulyo, Gunem, Rembang.

Acara puncak yang paling ditunggu-tunggu masyarakat umum adalah kirab pusaka peninggalan Wali Songo. Beberapa pusaka tombak yang telah berusia ratusan tahun, akan dikirab oleh ratusan Santri Sunan Gunung Jati sejauh 3 kilometer. Start dari Desa Grogol, Weru, menuju Ndalem Ageng Sri Narendra Kalaseba (SNK) sebagai panggung utama atau finish.

Beberapa kelompok kesenian warga, drumband SDN 2 Karang Tengah, Weru, marching band PPI Sukoharjo, para pelajar di SMP dan SMA Weru, juga ikut memeriahkan acara ini.

Di panggung utama ini nanti, semua pusaka diserahterimakan ke SNK selaku pelestari dan perawat pusaka, yang selanjutnya disimpan dengan baik di Ndalem Ageng.

‘’Sebelum dikirab, semua pusaka ini kami jamasi dulu dengan wewangian. Tujuannya agar tidak berkarat dan tetap awet. Karena pusaka ini peninggalan leluhur, harus kami rawat sebaik-baiknya,’’ jelas SNK.

Budayawan muda yang sekaligus pengusaha batik serta moge ini menambahkan, pusaka keris, wedung, dan tombak harus selalu dijamasi dengan rutin agar pamornya tidak redup. Bagi SNK dan Santri Sunan Gunung Jati, Festival Suronan yang sudah berjalan selama tujuh tahun ini, memang perlu dilakukan. Selain untuk melestarikan budaya Jawa sekaligus sebagai sarana untuk menanamkan rasa cinta pada tanah air.

‘’Pusaka itu buatan siapa? Leluhur kita kan? Apa kita tidak bangga memiliki leluhur pada jaman dahulu yang mampu membuat pusaka-pusaka ini? Sekarang, sebagai generasi penerus, kitalah yang bertanggungjawab untuk merawat sekaligus melestarikannya, sebelum bangsa lain mengklaimnya. Jadi kirab pusaka ini murni untuk budaya,’’ pungkas SNK yang mempunyai hampir seribu keris ini.