UMS Tidak Akan Tarik Mahasiswa yang KKN di Lombok
Pendidikan

UMS Tidak Akan Tarik Mahasiswa yang KKN di Lombok

Kartasura,(sukoharjo.sorot.co)--Bencana yang menimpa warga Lombok menjadi ujian nyata bagi Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata (KKN).

Sebanyak 22 mahasiswa UMS turut merasakan getaran gempa yang menimpa masyarakat Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB) beberapa hari yang lalu. Akan tetapi dengan adanya peristiwa itu, para mahasiswa meminta untuk bertahan di sana. Bahkan mereka terlibat langsung dalam upaya penanganan pasca benca di lokasi, tempat dimana mereka sebelumnya melakukan KKN Pendidikan.

Setelah melihat kondisinya aman dan justru mereka yang meminta untuk tetap bertahan. Karena itulah mahasiswa KKN itu, tidak kita tarik,’’ jelas Rektor UMS Dr. Sofyan Anif, Jumat (10/08/2018).

Ditemani oleh Dekan FKIP UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, Sofyan Anif memutuskan untuk terbang menemui mahasiswa pada hari Kamis (09/08) kemarin. Namun dari 22 mahasiswa, hanya satu yang memilih untuk ikut pulang. 

Ditegaskan Rektor, para mahasiswa yang mengikuti program KKN di daerah Mataram, NTB dalam kondisi sehat dan aman. Hal itu sekaligus menyanggah berita simpang siur terkait kondisi para mahasiswa yang berada di lokasi KKN tersebut.

Menurut Sofyan, pihaknya memiliki banyak pertimbangan terkait alasan tidak ditariknya para mahasiswa yang mengikuti KKN di Mataram. Pertimbangan yang pertama yaitu bahwa Muhammadiyah memiliki struktur organisasi yang sangat baik dimana di dalamnya terdapat lembaga khusus penanggulangan bencana seperti Hizbul Wathon serta Lazismu. Lembaga-lembaga tersebut bertugas untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat.

Sebaliknya, Sofyan justru mengkhawatirkan kesan yang tidak baik akan timbul jika mahasiswa KKN ditarik setelah ada gempa. Hal itu akan menunjukkan ketidakpekaan dan kepedulian UMS bersamanya mahasiswanya.

Sofyan mengungkapkan, pihaknya telah melakukan kajian dan survei terlebih dulu dan memastikan seluruh kondisi aman sebelum memutuskan untuk tidak tidak menarik mahasiswanya.

"Kota Mataran aman dan anak-anak sehat. Mereka akan tetap di sini hingga KKN selesai tanggal 27 Agustus 2018. Selain mengirimkan bantuan, kami juga berencana untuk memberikan sapi untuk Idul Adha bagi para korban gempa,” pungkasnya.