Tuntut Eksekusi, Karyawan RSIS Geruduk Pengadilan Negeri
Peristiwa

Tuntut Eksekusi, Karyawan RSIS Geruduk Pengadilan Negeri

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Ratusan karyawan Rumah Sakit Islam Sukoharjo (RSIS), mendatangi Pengadilan Negeri (PN) Sukoharjo, Kamis (02/08/2018). Kedatangan mereka menuntut Pengadilan Negeri segera mempercepat proses eksekusi sesuai dengan putusan kasasi MA Nomor 2530K/PDT/2017.

Dilihat dari tuntutan, para karyawan terkesan aneh. Sebab mereka menuntut eksekusi atas manajemen rumah sakit tempat mereka bekerja. Ternyata karena manajemen yang menaungi RSIS yakni dibawah Yayasan Wakaf Rumah Sakit Islam Surakarta (YWRSIS) tidak sah secara hukum.

Tuntutan kami agar pengadilan segera melakukan eksekusi sesuai keputusan kasasi MA. Saat ini RSIS dikuasai oleh manajemen yang tidak sah. Jadi RSIS tidak tidak mendapat izin, tidak bisa beroperasi hingga menterlantarkan karyawannya. Dari 500-an karyawan saat ini tersisa sekitar setengahnya,” ucap Ketua Serikat Pekerta (SP) RSIS, Suryatmojo disela aksi di depan PN Sukoharjo.

Ia menyatakan, pihaknya tidak akan lelah berjuang agar RSIS bisa kembali beroperasi dan kembali menjadi pelayan kesehatan masyarakat, sekaligus menjalankan amanah umat yang sejak mula mendirikan RSIS. 

Kami sebagai karyawan ingin mendapat kepastian hukum. Karyawan bukan pihak yang berperkara dalam sengketa RSIS, namun kami korban sengketa. Kami ingin kembali bekerja dan melayami kesehatan masyarakat,” imbuh Suryatmojo.

Aksi tuntutan di PN Sukoharjo tersebut merupakan aksi kesekian dari karyawan untuk mencari keadilan dan kepatian hukum mereka sebagai karyawan.

Sebelumnya, pada tanggal 14 juni – 13 juli 2018 kemarin, sebanyak 400 lebih pekerja melakukan mogok kerja dan RSIS tidak beroperasi. Pada saat itu juga sempat melakukan desakan pada direksi RSIS, namun tidak membuahkan hasil. Pihak RSIS terus memaksa agar karyawan sabar, termasuk sabar tidak menerima gaji penuh dan hak karyawan.

Karyawan sudah tidak bisa bersabar lagi. Kami tidak mendapat hak hak sebagai karyawan. Kami berharap masalah cepat selesai,” tandasnya.

Aksi massa yang didominasi karyawati RSIS di halaman PN Sukoharjo berlangsung mulai pukul 12.45 WIB berjalan tertib dengan pengamanan dari Polres Sukoharjo.

Seperti diketahui, kasus sengketa antara direksi dan pendiri RSIS, dr. Djufrie dan dr. Amien Romas, dengan pengurus yayasan (Yarsis) berlangsung sejak tahun 2013. Dalam ranah hukum mulai dari gugatan di PN Sukoharjo hingga MA semua dimenangkan oleh Yarsis.

Namun sampai saat ini secara de facto RSIS masih dikuasai oleh YWRSIS atau dr. Djufrie Cs. Buntut sengketa tersebut, izin rumah sakit tidak bisa diturunkan atau diperpanjang. Akibatnya izin praktek, BPJS, dan segala operasional rumah sakit harus berhenti dan dianggap ilegal.