Diduga Karena Anak-anak Main Korek, Ladang Ilalang Terbakar
Peristiwa

Diduga Karena Anak-anak Main Korek, Ladang Ilalang Terbakar

Kartasura,(sukoharjo.sorot.co)--Anak yang bermain-main dengan api tanpa pengawasan orang dewasa memang bisa memicu bahaya. Seperti yang terjadi di Dukuh Tisanan, Desa Wirogunan, Kecamatan Kartasura. Lantaran diduga karena anak kecil bermain korek api, sebuah lahan kosong yang ditumbuhi alang-alang terbakar, Sabtu (28/07/2018).

Kebakaran yang terjadi sekira pukul 15.30 WIB ini berawal dari adanya anak-anak yang bermain korek api di sebuah lapangan yang berada tepat di samping lahan kosong milik Bujo Sumarto. Tanpa sengaja api yang ditimbulkan dari korek membakar rerumputan.

Dengan cepat, kobaran api merembet dan membesar. Mendapati hal itu, keempat anak yang sedang bermain tadi lantas lari meninggalkan Tempat Kejadian Perkara (TKP).

"Dari keterangan warga tadi, keempat anak juga warga situ soalnya waktu petugas datang anak-anak itu sudah tidak ada di tempat," terang Kapolsek Kartasura, AKP Sarwoko, Sabtu malam.

Setelah salah satu warga melihat kobaran api tersebut, ia yang merasa ketakutan lantaran api sudah membumbung tinggi, akhirnya langsung melaporkan kejadian ini ke Polsek Kartasura. 

Mendengar peristiwa itu, anggota Sabhara dan Reskrim yang sedang menjalankan piket langsung bergegas mendatangi TKP. Dengan dibantu warga, pemadaman dilakukan dengan alat seadanya agar api tidak merembet ke perumahan yang berada di samping lahan kosong yang terbakar.

Selang beberapa menit kemudian, 3 unit mobil pemadam kebakaran dari Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Boyolali dan Kota Surakarta datang. Namun saat kedatangan mereka, api telah berhasil dijinakkan oleh warga dan anggota kepolisian.

Kendati demikian, demi memastikan kondisi api benar-benar padam, petugas damkar tetap melakukan pendinginan guna mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Pun begitu dengan kerugian material yang nihil.

"Hanya saja masyarakat ketakutan karena dekat dengan perumahan. Maka dengan kejadian ini bisa menjadi pembelajaran warga khususnya orang tua yang harus selalu memperhatikan gerak-gerik si anaknya," pungkas AKP Sarwoko.