Dua Tahun Racik dan Jual Obat Ilegal, Warga Kenep Dibekuk Polisi
Hukum & Kriminal

Dua Tahun Racik dan Jual Obat Ilegal, Warga Kenep Dibekuk Polisi

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)-- Satuan Res Narkoba Polres Sukoharjo berhasil mengamankan seorang peracik obat ilegal di rumah tersangka di Dukuh Bangkalan RT 02/RW 04, Kelurahan Kenep, Kecamatan Sukoharjo. Dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita 19 jenis barang bukti.

Tersangka peracik obat ilegal yang berinisial ATS (50) berhasil dibekuk polisi pada Sabtu (14/07) sekitar pukul 13.00 WIB. Pelaku yang merupakan warga Perum Griya Wonorejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar diketahui meracik dan juga memasarkan barang tersebut seorang diri.

Dari penyelidikan dan pengamatan, petugas berhasil membawa 19 jenis barang bukti, meliputi 25 ikat super ampuh (pil kecetit) yang masing-masing per ikat nya berjumlah 5 renteng, 8 pack pil spesial yang terdiri dari 5 bungkus plastik hitam, 10 botol tetracycline per botol berisi 100 biji kapsul, 2 box neuralgia per pack 10 strip, dan 5 box dengan banyaknya per box berisi 20 strip.

Selanjutnya uang tunai Rp 184 ribu, 1 buah handphone merk Evercoss warna hijau beserta sim card, 1 buah handphone merk Samsung Duos warna putih beserta sim card, 829 bungkus dengan per satuannya berisi 4 kapsul, 4 botol kosong liconam-10/vitamin B6, 11 botol kosong ifidex 0,5 /dexamethasone.

Kemudian alat-alat berupa 3 buah stepler, 2 buah gunting, 1 sendok makan, 1 pack isi stepler, 1 buah lilin, 5 lembar merk dagang super ampuh, 1 buah nampan warna merah dan terakhir 1 unit sepeda motor Smash Titan warna merah dengan nopol AD 2178 BI beserta STNKnya.

"Penjualan ini menyasar pada segmen umum, artinya Saudara ATS ini meracik beberapa obat atas inisiatifnya sendiri dengan tanpa dosis yang ditentukan yang dijual dengan kemasan-kemasan kecil yang terdiri dari 1 kemasan berjumlah 4 jenis obat tablet dan pil, yang dibeli dari apotek," ucap AKBP Iwan Saktiadi, Kapolres Sukoharjo saat konferensi pers, Rabu (25/07/2018).

Dilanjutkan Kapolres, aksi pelaku yang dikerjakan selama kurang lebih dua tahun ini diketahui tidak memiliki izin edar dari BPOM. Kendati demikian, ia sudah memiliki pelanggan, yakni tetangganya sendiri dan wilayah Kecamatan Tawangsari yang menjadi sasaran empuknya. 

"Ini diklaim mampu menyembuhkan berbagai macam jenis penyakit, dan menurut keterangan medik, memang salah satu unsurnya meredakan rasa sakit atau mengurangi rasa sakit, seperti asam urat, nyeri otot, rematik, sakit pinggang, serta pegal linu," imbuhnya.

Dari pengakuan tersangka, selama melakukan aksinya itu ia menjual satu setrip obat yang berisi 10 kemasan dengan harga Rp 7.500 sehingga ia meraup untung Rp 1.500. Atas perbuatannya, pelaku terbukti melanggar pasal 106 ayat 1 dan atau pasal 98 ayat 2 dan ayat 3 UU RI No 36 tahun 2009 tentang Kesehatan.