SKTM Fiktif Terdeteksi, Dua Siswa Didiskualifikasi
Pendidikan

SKTM Fiktif Terdeteksi, Dua Siswa Didiskualifikasi

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)-- Fenomena Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) fiktif dalam Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) SMA di sejumlah sekolah di Jawa Tengah juga terjadi di wilayah Kabupaten Sukoharjo. Dari data yang telah dikumpulkan dari 10 SMA Negeri di Kabupaten Sukoharjo, terdapat dua calon siswa yang didiskualifikasi dan tiga siswa yang menggunakan SKTM dibatalkan.

Ketua Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) SMA Sukoharjo, Sudibyo menuturkan, proses pendaftaran dan verifikasi calon siswa PPDB Online SMA di Sukoharjo sudah selesai dilakukan. Hasilnya terdapat dua siswa yang didiskualifikasi pengajuan melalui jalur SKTM karena setelah dilakukan verifikasi oleh masing-masing tim sekolah tidak terbukti miskin atau tidak mampu.

"Dua siswa yang didiskulifikasi pengajuan lewat SKTM ada di SMA 1 Mojolaban. Calon siswa dibatalkan setelah diadakan verifikasi lapangan oleh tim sekolah dan tidak terbukti miskin atau tidak mampu. Dan kedua siswa tersebut harus mendaftar ke sekolah swasta karena waktu (pendaftaran) sudah selesai," ujar dia saat dikonfirmasi, Kamis (12/7/2018).

Sementara, terdapat tiga siswa yang dibatalkan label SKTMnya lantaran juga tidak terbukti setelah diadakan verifikasi. Namun orang tua dari masing-masing siswa tersebut sudah mencabut surat SKTM dan mendaftar lewat jalur biasa. 

"Kalau yang 3 siswa yang dibatalkan SKTMnya di SMA 3 Sukoharjo dan orang tua siswa sudah mencabut itu. Mereka (orang tua siswa) mengakui (tidak miskin) setelah diadakan verifikasi dan akhirnya daftar lewat jalur biasa," ungkap Kepala Sekolah SMA 1 Nguter tersebut.

Dijelaskan Dibyo, masih ada fenomena SKTM fiktif yang diakuinya merupakan sebuah sikap yang tidak layak dilakukan orang tua siswa. Pasalnya kouta siswa dengan SKTM sendiri peruntukannya untuk calon siswa yang benar-benar tidak mampu.

"Ya tentunya ini tidak baik karena masih ada temuan setelah dilakukan verifikasi. Padahal jatah itu (SKTM) untuk siswa yang benar-benar miskin, tapi masih juga ada yang mengambil jatah itu. Dan sanksi juga sudah diberikan dengan pembatalan calon siswa, semoga menjadi pelajaran untuk bersama," pungkasnya.