Rapat Pleno Terbuka, KPU Temukan Tiga Kecamatan Bermasalah
Politik

Rapat Pleno Terbuka, KPU Temukan Tiga Kecamatan Bermasalah

Sukoharjo (sukoharjo.sorot.co)-- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sukoharjo menggelar Rapat Pleno Terbuka Rekapitulasi Penghitungan Suara Pemilihan Gubernur Jawa Tengah, Kamis (05/07/2018). Hasilnya, ada perbedaan antara hasil penghitungan di PPK dengan data milik Panwaskab hingga menuai kontroversi.

Disampaikan Ketua KPU Kabupaten Sukoharjo, Kuswanto, terdapat tiga kecamatan yang tidak sesuai dengan data di PPK, diantaranya Kecamatan Kartasura, Grogol dan Tawangsari. Hal ini disebabkan lantaran saksi di ketiga kecamatan tersebut masih menggunakan data lama sehingga terjadilah perbedaan.

Terkait pemilih laki - laki dan perempuan, sudah ada perubahan dan sudah disesuaikan tetapi berita acara ini tidak diberikan ke masing-masing saksi,” ungkapnya.

Selain itu, di Kecamatan Kartasura terdapat berita acara yang tidak disegel saat dimasukkan ke dalam bilik. Hal itu pula yang menjadi kendala dihadapan Panwas maupun di masing-masing saksi. 

Kendati demikian, KPU tidak akan memberikan sanksi kepada para saksi, namun hanya diberikan rekomendasi. Sejauh mana pelanggaran yang dilakukan di kecamatan yang dilakukan evaluasi, disitulah sanksi berlaku.

"Untuk sanksi tidak ada, sanksinya itu pada saat evaluasi. Kalau diproses ini adanya rekomendasi," pungkas dia.