Gaji dan THR Tak Cair, Karyawan Rumah Sakit Ancam Mogok Kerja
Peristiwa

Gaji dan THR Tak Cair, Karyawan Rumah Sakit Ancam Mogok Kerja

Kartasura,(sukoharjo.sorot.co)--Manajer dan karyawan Yayasan Wakaf Rumah Sakit Islam Surakarta (YW RSIS) menggelar Audiensi di ruang rapat YW RSIS, Kamis (07/06/2018). Pertemuan tersebut terkait masalah gaji dan Tunjangan Hari Raya (THR) Idul Fitri 2018.

Dari pertemuan tersebut, Agus, Humas Serikat Pekerja (SP) menyampaikan THR yang belum diperoleh dan gaji yang sebagian belum dibayar. Bahkan untuk menyambung hidup bersama keluarga, salah satu perawat dari RS rela bekerja sampingan menjadi pemulung lantaran dari pihak rumah sakit tidak membayar gaji mereka.

"Kami menuntut audit terbuka. Kemana dana selama ini dan untuk apa, sampai karyawan terlantar seperti ini. Kami ingin pemiliki hak hari tua, BPJS yang selam ini juga tidak dikasih. Aliran dana yang tidak jelas, kami minta segera ditarik kembali, demi kepentingan karyawan. Dari awal kontrak kerja, karyawan mempunyai hak, kenapa Pak Jupri mengajak ke Depnaker, sengketa ini akan terus berlanjut. Sengketa ini harus dihentikan demi karyawan," ucap Agus.

Pertemuan yang melibatkan 300 orang ini membuat dr.Djufrie, Direktur Utama YW RSIS angkat bicara. Ia mengklarifikasi ternyata sampai saat ini pihak rumah sakit sudah tidak ada uang. Karena uang tersebut datangnya dari pasien, sedangkan pasiennya sendiri tidak ada. 

"Saya harapkan pengertian dari rekan-rekan karyawan. Uang di bank yang diblokir ada 5,2 miliar. Seandainya ini bisa cair semua bisa teratasi. Kita punya satu jalan, dengan cara mencairkan dana itu. Mari kita sama - sama mendukung agar dana bisa cair. Kita ke Depnaker kita urus agar dana bisa cair," ajak dia.

Djufrie menambahkan, pihaknya akan terus berusaha semaksimal mungkin agar karyawan bisa menerima haknya. Ia memohon kepada seluruh karyawan agar bersabar dan memaklumi, karena memang kondisinya yang seperti ini.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam keadaan aman. Hanya saja para karyawan YW RSIS mengancam akan melakukan mogok kerja selama kurang lebih satu bulan, apabila seminggu kedepan belum juga dibayar gajinya.