Pengawas TPS Harus Netral Sejak Dalam Pikiran
Politik

Pengawas TPS Harus Netral Sejak Dalam Pikiran

Sukoharjo,(sukoharjo.sorot.co)--Sebanyak 1.353 pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) telah dilantik serentak di tiap tiap kecamatan pada Senin (04/06). Mereka mempunyai dua tugas penting yang harus diemban di masing-masing TPS. Mereka akan mulai bekerja satu hari sebelum pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah mendatang.

"Ada dua hal yang harus dicermati, utamanya untuk awal adalah penggunaan sistem pelaporan pilkada 2018. Yaitu sistem pelaporan yg dikeluarkan oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI dan identifikasi TPS rawan," papar Rohmad Basuki, Komisioner Panitia Pengawas Pemilu Kabupaten Sukoharjo, Selasa (05/6/2018).

Diungkapkan Rohmad, sistem pelaporan yang akan digunakan nantinya akan bersistem online. Laporan tersebut bakal digunakan dari tingkatan Provinsi hingga ke TPS. 

"Sistem pelaporannya nanti akan memakai dari Bawaslu RI yang terintegrasi dan bersifat online. Makanya setelah dilantik sejumlah pengawas TPS akan mendapatkan bintek dari Panwas dan PPK di tiap kecamatan," terangnya.

Dilanjutkan Rohmad, tujuan penyusunan TPS rawan ini adalah untuk memetakan kerawanan sebagai langkah untuk mengurangi potensi kerawanan, menyediakan data analisis untuk menyusun strategi pencegahan pelanggaran dan mengukur tingkat kesiapan pengawas pemilu.

Pihaknya juga berharap pengawas TPS harus mempunyai sikap netral dan independen dalam pelaksanaan Pilgub Jateng 2018 mendatang. Pihaknya menilai sikap netral dan independen merupakan sebuah kehormatan yang harus dijaga di setiap diri pengawas TPS.

"Bagi seorang pengawas pemilu, netralitas adalah sebuah kehormatan. Kita harus netral sejak dalam pikiran," pungkasnya.