Korem Bagi-bagi Sembako dan Pengobatan Gratis
Sosial

Korem Bagi-bagi Sembako dan Pengobatan Gratis

Nguter,(sukoharjo.sorot.co)--Sejumlah 350 paket sembako dibagikan di acara bakti sosial pengobatan massal yang diselenggarakan oleh Korem 074/Warastratama (WRT). Acara berlangsung di Balai Desa Pengkol, Kecamatan Nguter, Kabupaten Sukoharjo, Jumat (13/04/2018).

Ditemui di Balai Desa Pengkol, Kapten Arh Bahrun, Danramil 02/Nguter mengatakan, acara pengobatan gratis dilakukan secara rutin di wilayah sekitar PT RUM yang diadakan setiap bulan sekali. Acara tersebut termasuk program dari Korem 074/WRT yang dibantu oleh Kodim, Polres dan didukung oleh PT Rayon Utama Makmur (RUM) bersama dengan Muspida. 

"Dalam rangka pengobatan gratis ke warga sekitar PT RUM, tujuannya untuk memberikan pengobatan ke warga yang sakit. Soalnya kemarin ada info dari warga katanya ada warga yang sakit gara-gara pengaruh dari RUM, makanya RUM membantu instansi terkait yang Korem program dari TNI dan Polres sekalian memberi pengobatan gratis," kata Kapten Arh Bahrun. 

Ditemui di tempat yang sama, Sugiyo, Kepala Desa Pengkol, mengucapkan terima kasih. Menurutnya, sebagian warganya merasa sangat terbantu dengan adanya pengobatan gratis ini, bahkan dari mereka menganggap kondisi yang dirasakan semakin hari semakin membaik. Pasalnya para warga meyakini bahwa yang menangani pengobatan tersebut benar-benar dari dokter yang berpengalaman.  

"Benar-benar bermanfaat dengan adanya pengobatan gratis ini. Sebagian warga saya tanya pengobatan minggu kemarin gimana, dia juga merasakan bahwa dari yang dirasakan waktu itu sakit dengan pengobatan gratis dia merasa sembuh," ucap Sugiyo. 

Menyangkut soal keluhan yang dialami masyarakat wilayah Nguter, terutama Desa Pengkol, Gupit, Celep, Plesan karena masalah limbah yang ditimbulkan oleh aktivitas PT RUM waktu lalu, Sugiyo menegaskan, bahwa bantuan berupa 350 paket sembako ini tidak termasuk dalam kategori menyuap agar warga melupakan persoalan yang mereka alami baru-baru ini. Dikatakannya, bakti social ini murni dilakukan dengan catatan niat baik untuk membantu warga yang terkena dampak limbah tersebut. 

"Kalau lewat saya tidak ada, tapi saya yakin pasti ada yang beranggapan itu. Bahkan tadi ada satu orang menemui saya, dia hanya berobat saja, sembako tidak diambil dengan alasan apa saya tidak tanya," tutup Sugiyo.